HETANEWS.com - Hinca Panjaitan menyinggung soal keadilan air bagi umat manusia, tumbuhan dan hewan. Di akun twitter-nya Hinca membagikan postingan UNHCR ‘Water is a human right .’

“UNHCR menulis dalam laman twitternya 'Water is a human right'. Lalu bikin hastag #Water2Me. Saya langsung ReTweet (RT). Eh, banyak yang RT dari twitter saya. Itu pertanda kita memang peduli soal air,” tulis Hinca

Hinca mengatakan, kampanye soal air juga dilakukan di komunitas Rumah Hela. Program serupa dengan UNHCR itu diresmikan 2019.

Kampanye ‘Water to Me’ oleh organisasi yang memberikan bantuan kepada pengungsi [PBB] itu, menurut Hinca, sama artinya dengan 'Manjou Mulak Mata Mual' [Dalam Bahasa Batak]

“Di Komunitas #Rumahela, kami menyebut program serupa ini dengan sebutan 'Manjou Mulak Mata Mual'. Memanggil Kembali Mata Air, begitu Sekjen Kementerian LHK, mas Bambang, menyebutnya ketika meresmikan program ini tahun 2019,” jelas Anggota DPR RI ini.

“Dalam sekali maknanya! tapi maksudnya sama dengan UNHCR: #Water2Me sebagai a human right,” katanya.

Hinca mengungkapkan, selain di pinggang Pusuk Buhit, program tersebut dilakukan di Sihaporas Bolon, Pematang Sidamanik berbatasan dengan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun. 

“Di situ ada mata mual yang ditelantarkan. Saya coba memanggilnya dengan program Manjou Mulak Mata Mual,” 

Ia berharap program itu nantinya dapat dinikmati warga desa. Ia juga memastikan air tersedia di semua tempat dan dapat diminum kapan saja. Sehingga keadilan itu ada, dan air merupakan hak asasi setiap  manusia. 

Untuk itu, kata dia, negara harus hadir memenuhi hak warga negaranya.

“Sampai nantinya bisa semua warga desa yg lewat dari situ boleh meminumnya tatkala dia haus dan dahaga. Itu ikhtiar mulia kami. Mohon dukungannya ya kawan kawan.”

“Water to Me kata UNHCR. Mual do hangoluan, begitu kata almarhum Omak [Ibu] ku di Kisaran bercerita poda [petuah] tentang air, Horas,” tutup Hinca.

Baca juga: Hinca Apresiasi Aksi Komunitas Tionghoa Medan