SIMALUNGUN, HETANEWS.com -  Peristiwa banjir dan longsor di dua titik di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon pada hari hari perayaan Idul Fitri 1442 H, Kamis 13 Mei 2021 menyita perhatian.

Lokasi longsor terjadi di Huta Sualan Nagori Sibaganding dekat HKBP Pardomuan Sualan. Sementara banjir menyapu pemukiman di Jalan Anggarajim dan Jalan Sisingamangaraja Parapat.

Bencana itu begitu memukul sambil membuat sejumlah pihak bereaksi. Masalah habisnya Hutan Sibatu Loting diungkit jadi penyebab bencana.

Wilayah hutan register II itu disebut masih menjangkau titik longsor di perbukitan Sualan dan sumber banjir yang meluap dari sungai Batu Gaga perbukitan Bangun Dolok. 

Banjir bercampur batu dan lumpur menyapu rumah sekaligus tempat usaha milik Dewi Butarbutar. Bisa dibilang Dewi satu satunya korban terparah atas peristiwa ini. 

Rumahnya  berdekatan dengan bantaran Sungai Batu Gaga, dekat SPBU Jalan Sisingamangaraja. Banjir datang lebih awal menyapu rumah Dewi.

Kata dia, Kamis sore sekitar pukul 15.00 WIB turun hujan rintik rintik. “Awalnya hujannya kecil kecil,” ujar Dewi ditemui di halaman rumahnya yang telah tertimbun material longsor, Jumat (14/5/2021).

Tak begitu lama, kata dia, hujan lebat turun, air pun meluap dari Sungai Batu Gaga membawa batu dan lumpur.

Ia dan anggota keluarga menyelamatkan diri berlari keluar dari rumah mencari tempat lebih aman. Sementara air dari perbukitan Bangun Dolok semakin meluber tak mampu ditahan palung sungai.

Dewi mengakui intensitas hujan tinggi sepekan terakhir di Parapat. Namun hujan kali itu tak tertandingi. 

“Akhir akhir memang sering hujan, tapi gak seperti semalam itu derasnya. Sungai meluap, bawa batu ketimpa lah rumah saya,” ungkapnya.

Kini rumahnya tak dapat ditempati.  Ia pun tak lagi jualan nasi dan sarapan pagi. Padahal itu usaha satu satunya untuk menyambung hidup.

Dewi kini mengungsi ke rumah anaknya. Mengenai penyebab banjir dan longsor, Dewi sendiri tak tahu pasti. Dewi ingin rumah dan tempat usahanya kembali. Pemerintah harus turun tangan.

Sejumlah warga bermukim di Huta Sualan, berhadapan dengan gereja HKBP Pardomuan tak jauh beda dengan yang dialami Dewi. Hidup mereka juga terancam bencana.

Tembok Gereja dan sejumlah rumah jebol saat longsor terjadi pada 11 Juli 2020. Peristiwa itu mengawali longsor yang membuat jalinsum tertimbun batu, lumpur dan batang kayu, pada Kamis sore. Mereka juga mengungsi.

Jika hujan terus melanda, tempat itu berubah bak sungai yang dialiri air begitu deras membela pemukiman.

Baca juga: Radiapoh Terjun Ke Parapat, Ada Rencana Bangun Tembok