MEDAN, HETANEWS.com - Dinas Pariwisata Kota Medan telah mendapatkan data sebanyak 8 hotel yang menjadi lokasi karantina Warga Negara Indonesia (WNI) di Medan. Ke delapan hotel tersebut didapatkan dari hasil penelusuran yang dilakukan Dinas Pariwisata Kota Medan.

"Awalnya dari hasil rapat koordinasi ada lima hotel. Tapi kemarin saat kita telusuri ada tambahan tiga hotel lagi yang menjadi lokasi karantina, jadi totalnya ada delapan," ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Agus Suriyono, Senin (10/5/2021).

Berdasarkan data yang diperoleh Dinas Pariwisata Kota Medan lima hotel yang awalnya menjadi lokasi karantina, yakni:

1. Hotel Madani, Jalan Sisingamangaraja Medan

2. Hotel Putra Mulia, Jalan Gatot Subroto Nomor 62, Kelurahan Sei Putih Kecamatan Medan Petisah

3. Hotel Grand Darusalam, Jalan Darussalam Nomor 32 A, Kelurahan Sei Sikambing, Kecamatan Medan Petisah,

4. Hotel De Paris, Jalan Danau Marsabut Nomor 90 Kelurahgan Sei Agul, Medan Barat,

5. Saka Hotel, Jalan Gagak Hitam Nomor 14 Sei Sikambing, Kecamatan Medan Sunggal.

Sementara berdasarkan hasil penelusuran, terdapat 3 hotel lainnya yang juga digunakan sebagai tempat isolasi mandiri di Medan yakni:

1. Hotel Bumi Malaya Jalan Gatot Subroto, Kompleks Tomang Elok No.6/163

2. Hotel Antares, Jalan Sisingamangaraja No.84 Kecamatan Medan Kota

3. Hotel Griya, Jalan Tengku Amir Hamzah No.38-44, Kecamatan Medan Helvetia.

Agus mengatakan, ada kemungkinan jumlah hotel bertambah dikarenakan lokasi hotel ditentukan langsung oleh Pemerintah Provinsi.

"Jumlahnya bisa saja bertambah. Karena kita belum dapatkan datanya dari semua hotel. Ada sebagian hotel yang tidak mau menunjukkan data tamunya, dengan alasan harus ada surat dulu dari BPBD Provinsi. Ini kita sedang terus melakukan penelusuran ke hotel-hotel lainnya," terangnya.

Meskipun wewenang provinsi, Agus mengatakan saat ini hotel-hotel tersebut menjadi perhatian Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Medan.

Saat ini, walaupun menampung para WNI yang baru datang dari luar negeri, hotel-hotel tersebut tetap diperkenankan untuk menerima tamu atau pengunjung umum di luar WNI yang melakukan isolasi.

"Hal itu memang sudah diatur dalam surat keputusan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 No.9 Tahun 2021 Tentang Tempat Karantina, Isolasi, dan Kewajiban RT-PCR Bagi WNI Pelaku Perjalanan Internasional. Jadi memang hotel- hotel itu diperkenankan menerima tamu umum, selama mengikuti protokol kesehatan," ujarnya.

Dikatakannya, sesuai instruksi Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, pihaknya siap membantu hal-hal yang dibutuhkan terkait penanganan isolasi di hotel-hotel tersebut guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Medan.

"Intinya kita siap membantu, kita ingin membantu," tuturnya.

Wali Kota Medan Bobby Nasution meminta Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memberi penjelasan lebih lanjut mengenai lokasi yang dijadikan tempat isolasi selama masa larangan mudik lebaran.

Dikatakan Bobby, berdasarkan informasi yang ia dapat, lima hotel dan beberapa kantor milik organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumut yang ada di Kota Medan akan dijadikan tempat isolasi terhadap WNI (Warga Negara Indonesia) dari luar negeri yang tiba di Bandara Kualanamu Internasional Aiport (KNIA).

Sesuai ketentuan, setiap orang yang datang dari luar negeri harus terlebih dahulu menjalani isolasi.

“Ini karantina adanya di Medan dibuat, memang WNA (warga negara asing) di Deliserdang dekat bandara. Untuk di Medan ada beberapa hotel dan beberapa kantor dinas lah kita bilang milik provinsi bukan Kota Medan, karena ini wilayahnya provinsi, tapi kami meminta agar Kota Medan diberi informasi lebih lanjut,” kata Bobby di Balai Kota Medan, Rabu (5/5/2021).

Bobby pun meminta kepada Gubernur Sumut agar Pemerintah Kota (Pemko) Medan dilibatkan lebih jauh terkait masalah teknis isolasi ini. Ia mengatakan agar pihaknya bisa turut membantu, baik dari sisi personel atau kebutuhan konsumsi WNI yang menjalani isolasi mandiri.

“Karena seperti keluar hotel, begitu ada keluarganya yang datang. Sementara pasukan di sana tidak paham, harusnya Kota Medan diinformasikan agar penambahan pasukan di sana apakah dari BPBD kita, Satpol PP kita, itu bisa membantu provinsi sumut menambah personel, hotelnya sampai hari ini ada 5 hotel,” ungkapnya.

Sayangnya, Bobby tidak mengetahui hotel dan kantor dinas mana saja yang akan dijadikan lokasi isolasi. Dia meminta agar lokasi tersebut diinformasikan untuk memudahkan masyarakat.

“Inikan juga saya bilang, masyarakat harus tahu, agar apa, agar masyarakat yang menginap disitu terinformasikan, jangan pula dibilang sahur sama-sama berkumpul di situ, tapi saya tanya kemarin ke provinsi kita ajukan protokol kesehatan sangat ketat sama provinsi,” ujarnya.

Meski belum tahu tempat yang akan dijadikan lokasi isolasi, dia telah menjadwalkan untuk melakukan peninjauan.

“Mudah-mudahan nanti kami meninjau hotel-hotel yang hari ini ada, dan ini akan menanyakan penerapan protokol kesehatan di sana, WNI yang masuk yang di luar,” pungkasnya.

Baca juga: Bobby Nasution Minta Kejelasan Soal Lokasi Karantina WNA di Medan

Sumber: tribunnews.com