SIANTAR, HETANEWS.com - Sudah menjadi Konvensi Ketatanegaraan di Indonesia apabila sebuah lembaga berganti kepemimpinan maka publik akan melihat evaluasi terhadap berjalannya lembaga dalam jangka waktu 100 hari pertama. Kebiasaan baik ini lahir pada saat Presiden ke-33 Amerika Serikat Franklin Delano Roosevelt mengumumkan Program Kerja 100 Hari yang bertajuk New Deal Program dengan menyelesaikan beberapa undang-undang seperti Agricultural Adjustment Adminsitracion Act dan National Industry Recovery Act untuk memperbaiki kondisi perekonomian.  Perlu diketahui, saat Franklin D. Roosevelt menjabat yakni pada tahun 1933 Amerika Serikat tengah dilanda The Great Depression, beliau membuat program The First 100 Days dalam rangka memupuk kepercayaan publik terhadap pemerintahannya. Sejak saat itulah evaluasi terhadap kinerja 100 hari kerja kepemimpinan di seluruh dunia menjadi tolak ukur berhasil atau tidaknya pemimpin tersebut membawa perubahan. 

6 Mei 2021, bertepatan dengan 100 Hari Kerja  Pertama POLRI PRESISI Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin Korps Bhayangkara.  Sebagai Anggota Komisi III DPR RI saya senantiasa mengawal kinerja beliau dalam menuntaskan Program Polri Presisi yang dicanangkan termasuk. Sudah banyak perubahan positif Polri yang saya saksikan sendiri. Berbagai Aplikasi dan Modernisasi Sistem telah dibuat sebagai basis untuk memberikan pelayanan dan penegakan hukum menjadi lebih efektif. Sebut saja Aplikasi Dumas Presisi (sebuah aplikasi internal untuk memonitor pengaduan dari masyarakat) yang sudah dikeluarkan sejak Februari 2021 kemarin. Juga ada Electronic Traffic Law Enforcement telah diluncurkan 2 tahap pada Maret dan April lalu. Serta tidak lupa Program Layanan SIM Online yang memudahkan masyarakat untuk mengurus dan memperpanjang SIM ditengah situasi Pandemi. 

Virtual Police juga sudah dijalankan dengan pendekatan Restorative Justice, meskipun masih ada beberapa kritik yang masuk bahwa Virtual Police dianggap membungkam kebebasan berekspresi masyarakat akan tetapi berdasarkan laporan yang saya terima mereka melakukan berbagai tahapan dan verifikasi. Setidaknya Dittipidsiber telah menegur 419 Akun Medsos yang terindikasi menyebarkan berita tidak valid. Saya pribadi memiliki harapan lebih terhadap Virtual Police ke depan juga diberdayakan untuk melacak tindak pidana penipuan di Media Sosial yang marak terjadi. 

Pada hari ke 33 saja Polri sudah membentuk Posko Polri Presisi yang dikomandoi oleh Brigjen Pol Slamet Uliandi. Posko ini bertugas untuk menjamin program-program yang dicanangkan oleh Kapolri dijalnkan oleh seluruh jajaran Polri baik tingkat pusat maupun daerah. Saya pribadi telah menyaksikan langsung betapa canggihnya sistem yang dibangun oleh Posko Polri Presisi untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh.  Posko ini pula yang bertanggung jawab untuk memastikan agar program 100 Hari Kerja selesai dengan tepat waktu. 

Sebenarnya jika kita ingin jujur 100 Hari itu merupakan waktu yang sempit untuk menilai secara utuh kinerja kepemimpinan, tetapi lebih dari cukup untuk melihat kapasitas seorang pemimpin dalam membawa perubahan. Polri di bawah komando Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah meletakan pondasi awalnya untuk membangun institusi Polri yang modern. Semakin modern lembaga kepolisian semakin sedikit pula kecenderungan bagi para personil polisi untuk melakukan penyelewengan. Karena semakin modern lembaga polisi artinya semakin terbuka pula ruang publik untuk memberikan masukan. Saya berharap kecenderungan baik ini diteruskan agar citra Polri semakin baik dan kinerja penegakan hukum semakin efekif. Bravo Polri!

Penulis: DR Hinca IP Pandjaitan XIII SH MH ACCS, anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat