SIANTAR, HETANEWS.com - Investigasi terhadap guru SMAN 1 Cisolok Susan Antela yang menderita lumpuh dan gangguan penglihatan usai divaksin Covid-19, telah membuahkan hasil.

Laporan dari Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) Jabar, Susan Antela menderita Guillain Barre Syndrome (GBS), dan tidak terkait dengan pemberian vaksin Covid-19.

Dari hasil computerized tomography (CT) scan toraks dan pemeriksaan darah oleh dokter spesialis saraf, kelumpuhan serta gangguan penglihatan Susan mengarah ke GBS.

"Sampai saat ini belum ada bukti antara kelumpuhan dan kebutaan Susan terkait dengan vaksinasi, tapi setelah menjalani terapi kondisinya terus membaik dan bersangkutan sudah bisa menggerakkan tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya serta penglihatannya pun sudah berangsur berfungsi walaupun masih buram," ujar Ketua Komda KIPI Jabar Kusnadi Rusmil.

Ia menambahkan kasus GBS yang dialami Susan terjadi kebetulan setelah menjalani vaksinasi Covid-19. Ternyata, dua minggu sebelum menjalani vaksinasi sudah ada masalah infeksi pada Susan.

Meski begitu, pihak Komda KIPI Jabar tetap memfasilitasi pemulihan Susan. Mereka berkoordinasi dengan pihak RSUD Palabuhanratu untuk melakukan Fisioterapi terhadap Susan.

Selain itu, wanita berusia 31 tahun tersebut juga disediakan dokter spesialis syaraf.

Guru SMAN ini pun sudah mulai bisa menggerakkan anggota tubuhnya yang sebelumnya mengalami kelumpuhan seperti kaki dan tangannya, namun untuk mata masih buram.

Sementara itu, dikutip dari CDC, sindrom Guillain-Barre (GBS) adalah kelainan langka di mana sistem kekebalan tubuh malah merusak sel saraf, membuat otot melemah dan bisa menyebabkan kelumpuhan.

Penyebab pastinya belum diketahui pasti, namun kerap terjadi usai terinfeksi virus atau bakteri. Gejalanya dimulai dari kesemutan dan akhirnya melumpuhkan seluruh tubuh.

Belum ada obat untuk menyembuhkan sindrom GBS, namun perawatan intensif bisa meredakan gejala. Sebagian besar pengidapnya bisa kembali berjalan dalam enam bulan, seperti dikutip dari indozone.id.