JAKARTA, HETANEWS.com - Pemerintah sudah resmi melarang segala bentuk mudik dalam lebaran 2021. Aturan itu sudah resmi berlaku pada tanggal 6 kemarin. Anggota Komisi V DPR, Muhammad Fauzi melempar kritik.

Ia menyayangkan kedatangan masuknya sejumlah WNA China lewat Bandara Soekarno-Hatta di tengah larangan mudik.

"Mudik lebaran ini kan aktivitas tahunan yang dinanti masyarakat kita, untuk pulang berkumpul dengan keluarga mereka. Karena ada aturan masyarakat rela menunda untuk mudik kata Fauzi, Jumat (7/5).

"Di tengah larangan mudik itu justru warga negara asing (WNA) bebas masuk ke Indonesia. Hal ini itu tentu menimbulkan rasa kecewa masyarakat, karena mereka tidak dibolehkan untuk mudik," sambung dia.

Ironi lainnya, apalagi WNA tersebut juga berasal dari negara yang diindikasikan penyebaran COVID-19 masih cukup masif. "Hal itu juga tentu menimbulkan rasa ketidakadilan di tengah masyarakat," beber politikus Golkar itu.

Lebih jauh, menurut Fauzi, seharusnya dalam kondisi seperti saat ini, aturan pemerintah melarang aktivitas berpergian diberlakukan sama dan adil.

"Kita tidak ingin melukai perasaan masyarakat kita dengan aturan yang tumpang tindih. Masyarakat kita sudah legowo untuk tidak mudik, ribuan posko penyekatan untuk mencegat masyarakat yang nekat mudik juga ada di setiap perbatasan daerah. Jadi sangat disayangkan justru ada WNA yang bebas masuk ke Indonesia," tandas legislator dapil Sulsel itu.

Kedatangan WN China itu terekam dalam video yang viral saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (4/5). Perekam video itu menyebutkan belasan WN China tengah menuju bus.

Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arya Pradhana Anggakara membenarkan soal kedatangan WN China tersebut. Mereka tiba di Terminal 3 Kedatangan Internasional Soetta pada Selasa (4/5) sekitar pukul 14.55 WIB.

"Selasa, 04 Mei 2021 Jam 14.55 WIB telah mendarat 85 WN China & 3 WNI dengan pesawat China Southern Airlines (charter flight) dengan nomor penerbangan CZ8353 dari Shenzhen," tulis Angga dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/5).

Ia menegaskan, para penumpang telah melalui pemeriksaan kesehatan sesuai protokol kedatangan orang dari luar negeri oleh pihak KKP Kemenkes.

"Secara keimigrasian, diketahui bahwa Visa dan dokumen keimigrasian mereka sudah sesuai dengan Permenkumham Nomor 26 Tahun 2020," pungkasnya.

sumber: kumparan.com