SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Kejaksaan Negeri Simalungun melalui bidang intelijen melaksanakan kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) ke SMA Negeri 1 Dolok Panribuan, Kamis (6/5). Kegiatan JMS merupakan program bidang intelijen untuk melakukan penyuluhan hukum dan penerangan hukum kepada masyarakat.

Kasubsi Tekhnologi dan Informasi produk intelijen dan penerangan hukum Indri Wirdya SH hadir sebagai narasumber bersama Kasubsi Ideologi politik keamanan sosial budaya dan Kemasyarakatan Ade Jaya Ismanto SH.

Indri Wirdya SH dalam paparannya menjelaskan apa itu cybercrime?, yang merupakan kejahatan komputer yang ditujukan kepada sistem/jaringan komputer yang mencakup segala bentuk baru kejahatan menggunakan sarana media elektro internet. Seperti cyber terrorism (kejahatan teroris), cyber pornography, cyber Harrasment (pelecehan seksual melalui email, website ataupun chat programs).

"Ada juga cyber stalking, hacking dan Hoax yang berarti menyebarkan berita palsu. Ataupun menyebarkan informasi yang tidak benar tetapi dibuat seolah olah benar, " jelas Indri.

Jaksa dari Kejari Simalungun itu juga menjelaskan cara menghadapi hoax dan mengatasi permasalahan terkait cyber crime adalah cyberlaw.

Dikatakan Ade Jaya SH, cyber law merupakan "payung hukum" dalam mengatasi masalah cyber crime melalui UU No.11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE).

Dalam pasal 27 dan pasal 28 dijelaskan ancaman maksimal 6 tahun dan denda paling tinggi 1 milyar. Sedangkan pasal 29 dengan ancaman maksimal 12 tahun dan denda paling tinggi 2 Milyar, jelasnya.

Oleh karena itu, pelajar sebagai generasi muda bangsa harus bijak dan pandai pandai menggunakan media sosial. Jangan sampai terjerat dengan cyber crime.

Penyuluhan dan penerangan hukum di sekolah tersebut berlangsung baik dan respon pelajar sangat luar biasa. Ditandai dengan banyaknya pertanyaan dari pelajar yang hadir. Rasa ingin tahu pelajar memang sangat tinggi sebagai generasi millenial.

Kepala Sekolah SMA N I Dolok Panribuan Tony Marbun dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada Kejari Simalungun melalui bidang Intel yang telah memberikan pelajaran berharga tentang hukum kepada anak didik di sekolahnya. Kegiatan JMS Kejari Simalungun tetap mengikuti standar Protokoler kesehatan (Prokes).