SIANTAR, HETANEWS.com - Penunjukan Kanit Jatanras Polres Siantar sebagai salah seorang penyidik dalam pengusutan kasus penganiayaan yang berbuntut penghilangan nyawa korban Alm Ferel Siahaan menuai badai kritik dari keluarga almarhum.

Maourits Siahaan dalam keterangannya kepada awak media hetanews menyayangkan proses hukum yang dianggap jalan ditempat.

"Dalam hal ini untuk pengembangan penyidikan saya rasa hanya berjalan ditempat, sebab sampai sekarang mereka tidak ada melakukan penyelidikan terhadap kematian putra sulung saya," ujarnya.

Kasat reskrim Polres Siantar, Edi Sukamto, ketika ditemui langsung oleh awak media hetanews di ruangannya mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku. Seperti dikeahui dalam pemberitaan sebelumnya, proses hukum yang dimaksud merujuk pada pelaporan para pihak ke Propam Polda. 

“Biarkan aja dia (Wilson Panjaitan-red) diperiksa propam. Objektif dia diperiksa propam, ada dihalang-halangi sama pimpinan? Kan ga ada? Dia masih terduga dan dia dilaporin,” ujarnya menjelaskan.

Saat kembali dicecar terkait sejauh mana proses penyelidikan reskrim terhadap kasus Alm.Ferel Siahaan , kasat reskrim menantang keluarga korban untuk memberikan fakta fakta yang diperlukan sepanjang penyelidikan berlangsung.

"Ketika pak Maurits membuat laporan ya silahkan saja, saya tidak akan larang-larang, dan fakta yang berbicara. Kalau urusan provost dan propam, kan mereka yang mengatur penyidiknya, gak mungkin dong aku ikut campur dan saya wellcome kok,  silahkan mainkan peranmu dan saya akan mainkan peran saya,” ujarnya.