SIANTAR, HETANEWS.com - Parlindungan Sinambela (50) warga jalan Bah Tongguran Siantar Utara dituntut 5 bulan penjara. Tuntutan pidana jakasa Firdaus Maha dibacakan dalm persidangan terbuka untuk umum di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Kamis (6/5).

Menurut jaksa, terdakwa Parlindungan Sinambela telah terbukti melakukan pemukulan terhadap saksi korban Bintang Frida Pangaribuan. Pemukulan yang dilakukan terdakwa kepada korban terjadi pada, 24 Desember 2020 sekira pukul 22.15 Wib di Jl. Bah Tongguran Kanan No. 21 Kec. Siantar Utara Kota Pematangsiantar.  

Malam itu, saksi Bintang Frida Pangaribuan dengan mengendarai sepeda motor melintas di depan rumah terdakwa. Lalu, beberapa anak melemparkan petasan kearah sepeda motor yang dikendarai oleh saksi korban.

Baca juga: Residivis penganiayaan tak juga ditahan, korban merasa terancam

Korban pun menghentikan sepeda motornya di depan rumah terdakwa. Lalu terdakwa mendatangi saksi korban dan mengucapkan kata-kata kotor kepada saksi korban Bintang Frida Pangaribuan.

Saksi korban Bintang Frida Pangaribuan mengatakan kepada terdakwa “Aneh kau”, kemudian terdakwa menghampiri saksi korban dan mengatakan “Melawan kau”, sambil memukul korban dengan batu.

Pertikaian semakin memanas sampai kemudian mengakibatkan hidung sebelah kiri korban mengeluarkan darah. Korban kemudian berteriak minta tolong, sehingga banyak warga yang berkumpul.  

Baca juga: Tak ada itikad baik, pelaku penganiayaan ogah damai

Korban luka sesuai Visum Et Repertum No: 15154/VI/UPM/VER/XII/2020 tanggal 25 Desember 2020 yang dibuat dan ditandatangani oleh Dr. Cut Putri Leza Silvia pada Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Djasamen Saragih dengan hasil pemeriksaan sebagai berikut: Luka lecet warna merah pada bawah hidung sebelah kiri, ukuran panjang 0,2 cm.

 Hal yang memberatkan menurut jaksa, terdakwa merupakan residivis dalam kasus yang sama. Hal yang meringankan karena terdakwa bersikap sopan.

Terdakwa dipersalahkan Jaksa melanggar pasal 351 (1) KUHP.  antara terdakwa dan saksi korban tidak berdamai.

Atas tuntutan jaksa, terdakwa akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) secara tertulis. Hakim memberi kesempatan kepada terdakwa untuk menyusun pledoinya dan oersidangan ditunda hingga 2 Minggu.