SIANTAR, HETANEWS.com - Briptu Faisal Tanjung (26) terbukti nyabu, dituntut 3 tahun penjara dikurangi masa tahanan sementara yang telah dijalani. Tuntutan jaksa Firdaus Maha SH dari Kejaksaan Negeri Siantar dibacakan dalam persidangan online Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Kamis (6/5).

JPU menyatakan polisi yang masih aktif itu telah terbukti melanggar pasal 127 (1) UU RI No.35/2009 tentang penyalahgunaan narkotika jenis sabu.  

Menurut jaksa, berdasarkan fakta persidangan Faisal warga Jalan Sadum Kelurahan Bane Kecamatan Siantar Utara itu ditangkap pada Rabu (23/12/2020) lalu. Penangkapan berdasarkan informasi yang diterima Satres Narkoba Polresta Siantar.

Faisal ditangkap di rumah Rita Haryati Siregar (penuntutan terpisah) yang terletak di Jalan Lokomotif Kelurahan Melayu Kecamatan Siantar Utara Kota Siantar. Keberadaan terdakwa Faisal di rumah Rita untuk membeli narkotika jenis sabu dari saksi Rita seharga Rp.500.000, karena sebelumnya sudah komunikasi via handphone.

Briptu Faisal mengaku terakhir kali menggunakan shabu pada hari Senin (21/12/2020) di Jalan Sadum Kelurahan Bane Kecamatan Siantar Utara dengan cara membuat bong kemudian memasukkan shabu ke dalam pipa kaca. Lalu pipa kaca yang sudah berisi shabu di bakar menggunakan mancis dan asapnya di hisap melalui pipet yang ada di ujung bong.

Faisal juga mengakui mengenal Rita Haryati Siregar di Polres Simalungun. Saat itu Rita melaporkan suaminya terkait kasus asusila, dan mengetahui Rita ada menjual sabu. 

Dalam persidangan, terdakwa Faisal didampingi pengacara Erwin Sidagambir SH, MH dari Posbakum PN Siantar secara lisan memohon supay Majelis Hakim meringankan hukumannya. Dengan alasan menyesali perbuatannya dan berjanji akan bertobat.

Untuk mempertimbangkan permohonan tersebut, Majelis hakim Derman P Nababan SH, Rahmat Hasibuan SH dan M Iqbal Purba SH menunda persidangan hingga Rabu mendatang. (Ay)