SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Wakil Bupati Simalungun, Zonny Waldi memimpin apel pasukan operasi ketupat toba 2021 Polres Simalungun. Apel digelar di lapangan Koramil 08/Bangun, Kabupaten Simalungun, Rabu 05/05/2021.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui amanat tertulisnya, yang dibacakan oleh Zonny Waldi menyampaikan operasi ketupat-2021 akan dilaksanakan selama 12 hari mulai tanggal 6 s/d 17 Mei 2021. 

Operasi mengedepankan kegiatan pencegahan, didukung deteksi dini dan penegakkan hukum dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1442 H dan tetap menerapkan prokes guna mencegah penyebaran Covid-19. 

Sehingga  masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa nyaman dan aman.

Operasi Ketupat 2021 melibatkan 90.592 Personel Polri, 11.533 Personel TNI serta 52.880 personel Instansi terkait lainnya seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, Jasa raharja dan lain-lain.

Semua personil ini akan ditempatkan pada 333 Pos Penyekatan untuk mengantisipasi warga masyarakat yang masih nekat akan melaksanakan perjalanan mudik. 

1.536 Pos Pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan Kamtibmas dan Kamseltibcar Lalu Lintas.

Kemudian 596 Pos Pelayanan serta di 180 Pos terpadu untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja dan stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, tempat wisata, dan lain-lain.

Substansi dari dari kebijakan pelarangan mudik oleh pemerintah adalah mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 yang cukup signifikan. 

Kenyataan bahwa masyarakat telah melaksanakan mudik sebelum tanggal pelarangan, harus dilakukan langkah-langkah konkrit di setiap wilayah tujuan mudik. 

Misalnya dengan penerapan isolasi dalam jangka waktu tertentu dengan pengawasan. Disisi lain pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 harus tetap berjalan dan diamankan.

Diakhir amanat tertulisnya, Kapolri menyampaikan untuk menghadapi tugas mulia  dalam rangka pengamanan Idul Fitri tahun 2021, ada beberapa hal yang ditekankan kepada personil. 

Antara lain siapkan mental dan fisik yang dilandasi oleh komitmen moral dan disiplin, melakukan deteksi dini dengan mengoptimalkan peran fungsi intelijen, tingkatkan kepekaan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Kemudian gelar kekuatan Polri pada pos-pos pengamanan dan pelayanan serta di titik-titik rawan kriminalitas, utamakan keselamatan anggota, waspadai masyarakat aksi tawuran, cegah aksi balap liar dan kebut-kebutan, 

gandeng tokoh agama dan stakeholder terkait, koordinasi dengan satgas Covid dan stakeholder terkait, pelaksanaan penegakkan hukum secara profesional dan jalin kerjasama yang harmonis dan sinergis dengan seluruh instansi terkait. 

Penulis: Kontributor Simalungun, Dani Rachdian

Baca juga: Pemudik Siap siap Putar Balik Lewat Jalur Ini