SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Jaksa Juna Karo Karo SH dari Kejaksaan Negeri Simalungun, menuntut pidana penjara terhadap terdakwa Aldi Saputra Sitompul (21) selama 5 tahun denda Rp 800 juta subsider 6 bulan disidang online Pengadilan Negeri Simalungun, Rabu (5/5). Aldi dipersalahkan jaksa melanggar pasal 112 (1) UU RI No.35/2009 tentang narkotika.

Warga Dusun VIII Desa Hutapadang Kecamatan Bandar Pasir Mandoge Asahan terbukti memiliki sabu 0,39 gram. Didampingi pengacara prodeo dari LBH PK Harfin Siagian SH, terdakwa secara lisan memohon agar hakim meringankan hukumanya.

Hal yang memberatkan terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi juga bersikap sopan.

Menurut jaksa Juna Karokaro SH, terdakwa ditangkap anggota Polsek Tanah Jawa Marlon Sihombing, Julianto Simanjuntak dan Ronaldi Sumbayak pada Senin 9 Nopember 2020, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat. Dari lokasi perladangan sawit Aek Liman Kecamatan Hatonduhan Simalungun. 

Petugas menyita barang bukti 5 paket sabu yang disimpan di dalam kotak rokok Sampoerna dan sebuah kaca pirex. Kepada petugas, terdakwa mengakui jika sabu tersebut baru saja ia beli dari Alpin Sinurat (DPO) seharga Rp 200 ribu di sebuah kedai di Huta Padang kampung terdakwa.

Bersama barang bukti sabu terdakwa diserahkan para saksi ke Satnarkoba Polres Simalungun untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Barang bukti yang disita dinyatakan untuk dimusnahkan.

 Persidangan dipimpin ketua majelis hakim Nurnaningsih SHMH, didampingi dua hakim anggota dibantu panitera Paringatan Saragih SH ditutup dan dibuka kembali pada sidang Senin pekan depan, (10/5). 

"Untuk putusan, sidang ditunda dan dibuka kembali pada Senin mendatang," kata Ningsih sambil mengetuk palu.