SIANTAR, HETANEWS.com - Korban pemukulan Bintang Frida Pangaribuan masih merasa terancam, karena tidak ada itikad baik terdakwa Parlindungan Sinambela untuk meminta maaf kepada korban. Bahkan terdakwa dan juga keluarganya disebut masih merasa benar dan sempat mengintimidasi saksi.

"Seakan dilecehkan, terdakwa melalui seseorang menawarkan 2 juta asal korban mau berdamai. Karena hakim dalam persidangan tersebut telah menganjurkan agar terdakwa melakukan perdamaian dengan korbani," demikian  dikatakan Andre Simorangkir salah satu keluarga korban.

"Mereka (terdakwa) menawarkan 2 juta untuk perdamaian," kata Andre menirukan salah satu percakapan yang menawarkan perdamaian.

Seyogianya, jika terdakwa beritikad baik mau berdamai dengan korban setidaknya datangi korban dan berbicara secara kekeluargaan, sebut Andre  kepada hetanews Selasa (4/5) di Siantar.

Sebagaimana yang telah diberitakan hetanews beberapa waktu lalu, Parlindungan Sinambela telah didakwa melakukan pemukulan terhadap korban Bintang Frida Pangaribuan. Dan Parlindungan juga merupakan residivis dalam kasus yang sama.

Berdasarkan persidangan lalu yang digelar di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, saksi korban sempat merasa masih terancam. Karena tidak ada itikad baik untuk melakukan perdamaian. Apalagi status tahanan terdakwa, tidak ditahan.

" Belum ada perdamaian, saya juga masih merasa takut karena salah satu anggota keluarganya masih ada yg mengancam saya dan juga menghina anak saya," kata saksi disidang siang itu.

Menurut ketua majelis hakim Fhytta Sipayung SH, memang tak pantas seorang laki laki memukul wanita. "harusnya cari lawan yang seimbang ya," kata hakim.

Pemukulan yang dilakukan terdakwa kepada korban terjadi pada, 24 Desember 2020 sekira pukul 22.15 Wib di Jl. Bah Tongguran Kanan No. 21 Kec. Siantar Utara Kota Pematangsiantar.  Malam itu,  saksi Bintang Frida Pangaribuan dengan mengendarai sepeda motor melintas di depan rumah terdakwa. Lalu,  beberapa anak melemparkan petasan kearah sepeda motor yang dikendarai oleh saksi korban.

Korban pun menghentikan sepeda motornya di depan rumah terdakwa. Lalu  terdakwa mendatangi saksi korban  dan mengucapkan kata-kata kotor kepada saksi Bintang Frida Pangaribuan.

Saksi korban Bintang Frida Pangaribuan mengatakan kepada terdakwa “Aneh kau”, kemudian terdakwa menghampiri saksi korban  dan mengatakan “Melawan kau”, sambil memukul korban dengan batu.

Akibatnya hidung sebelah kiri mengeluarkan darah. Dan korban berteriak minta tolong, sehingga banyak warga yang berkumpul.  

Sesuai Visum Et Repertum No: 15154/VI/UPM/VER/XII/2020 tanggal 25 Desember 2020 yang dibuat dan ditanda tangani oleh Dr. Cut Putri Leza Silvia yaitu dokter pemerintah pada Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Djasamen Saragih dengan hasil pemeriksaan sebagai berikut: Luka lecet warna merah pada bawah hidung sebelah kiri, ukuran panjang 0,2 cm.
 
Jaksa Firdaus Maha SH menjerat terdakwa melanggar pasal 351 (1) KUHP. Terdakwa dipidana pada tahun 2018 selama 7 bulan, dan saat itu dituntut jaksa selama 1 tahun. 

Korban memohon keadilan, agar jaksa menuntut pidana yang layak bagi pelaku penganiayaan. Apalagi belum ada perdamaian dan si pelaku juga merasa arogan dengan berstatus tidak ditahan, kata Andre