JAKARTA, HETANEWS.com - Politisi Partai Solidaritas Indonesia atau PSI, Dini Shanti Purwono, ditunjuk jadi komisaris independen BUMN sektor migas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Sebelumnya, ahli hukum lulusan Universitas Indonesia (UI) dan Harvard Law School ini, diangkat sebagai Staf Khusus Presiden Jokowi.

Penunjukan Dini Shanti Purwono sebagai Komisaris Independen PGN, ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), hari ini Senin (3/5). Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui perombakan susunan pengurus perseroan.

Sebagai politisi PSI, Dini Shanti Purwono pernah maju sebagai caleg DPR untuk Dapil Jawa Tengah I (Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, dan Salatiga), namun saat itu dia gagal terpilih.Sementara saat Pilpres 2019, dia merupakan salah seorang juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin.

Latar belakang dan pengalaman praktik hukum, membuat dia kemudian dipercaya menjadi salah satu pengacara yang membela Jokowi-Ma'ruf Amin, untuk menghadapi sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Dini juga tercatat pernah menjadi anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) selama sekitar 10 tahun, yaitu pada 2008-2018.

Karier politik politisi PSI ini, mengantarkan dia ke posisi Staf Khusus Presiden Jokowi, sejak 21 November 2019. Pengangkatan perempuan 47 tahun sebagai Staf Khusus Jokowi, dilakukan bersamaan saat Jokowi memperkenalkan tujuh Staf Khusus Milenial.

Jauh sebelum itu, yakni pada periode 2012-2014 di masa pemerintahan Presiden SBY, Dini juga menjabat staf ahli Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Tidak hanya itu, ia juga pernah menjadi staf ahli mantan Menteri Keuangan Chatib Basri.

Masuknya Dini Shanti Purwono ke jajaran Dewan Komisaris PGN, dilakukan bersamaan dengan perombakan posisi lain di manajemen. RUPS Tahunan PGN menyetujui pemberhentian dengan hormat beberapa pengurus, yaitu Komisaris Independen Kiswo Darmawan, Direktur Utama Suko Hartono, Direktur Infrastruktur dan Teknologi Redy Ferryanto, Direktur Keuangan Arie Nobelta Kaban, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis Syahrial Mukhtar.

RUPST PGN juga menyetujui perubahan nomenklatur Direksi yaitu Direktur Komersial menjadi Direktur Sales dan Operasi, Direktur SDM dan Umum menjadi Direktur SDM dan Penunjang Bisnis serta Direktur Keuangan Menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.

sumber: kumparan.com