SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Razelan Siregar (28) dituntut 18 bulan oleh jaksa Firmansyah SH dan divonis 16 bulan saja oleh Hakim Pengadilan Negeri Simalungun pimpinan Roziyanti. Vonisnya dibacakan dalam persidangan online, Selasa (4/5).

Meski sudah dituntut ringan, vonisnya juga diringankan hakim. Korban mengalami kerugian hingga Rp. 50 juta. Hakim dan jaksa sependapat menyatakan terdakwa bersalah melanggar pasal 363 (1) ke-3 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Menurut hakim, terdakwa terbukti melakukan pencurian di rumah saksi korban Ani Sulistiani SPd, yang saat itu sedang ada kemalangan (kematian) di rumahnya. Pencurian itu terjadi pada Jumat, 13 Nopember 2020 di Jalan Besar Sidamanik Kelurahan Sarimatondang.

Pencurian tersebut memang sudah direncanakan terdakwa. Dengan melihat situasi dimana orang merasa lengah, seperti tempat kemalangan/pesta, bus pariwisata yg sedang berhenti untuk istirahat. Hasil curiannya digunakan untuk memenuhi kebutuhannya.

Awalnya terdakwa bersama pacarnya Mepe Riana Sirait berangkat dari Pekan Baru dengan merental mobil BM 1720 ZR seharga Rp.6 juta. Menuju rumah orangtuanya di Kampung Banua Ranto II Tanah Jawa Simalungun. 

Setelah menginap selama 6 hari, terdakwa merasa sungkan pada ibunya karena membawa teman wanitanya. Lalu menginap di city hotel Siantar. Karena nyaris kehabisan uang, terdakwa pun mulai mencari mangsa.

Dengan mengendarai mobil yang direntalnya dari Pekan Baru tersebut melintasi jalan menuju Sidamanik. Lalu melihat rumah korban yang sedang kemalangan. Menjelang subuh, terdakwa masuk ke dalam rumah korban mengambil handphone yang sedang dicas dan sebuah dompet berisi perhiasan.

Lalu handphone hasil curiannya dijual kepada Sumanti Sinaga di Rambung Merah seharga 1,5 juta. Sumanto sudah biasa menerima barang curian dari terdakwa.

Sedangkan gelang, kalung dan liontin dititipkan terdakwa pada anaknya. Orangtuanya diberi uang hasil penjualan hape masing masing 800 ribu kepada ibunya dan Rp.500 ribu kepada bapaknya.

Lalu terdakwa pamit dan pulang ke Pekan baru. Akibat perbuatan terdakwa, korban mengalami kerugian hingga Rp.50 juta.

Karena kehilangan hp Oppo F9, Hape IPhone X10, gelang emas seberat 20 gram, kalung seberat 15 gram, liontin seberat 6 gram dan cincin seberat 4 gram.

Atas vonis tersebut, terdakwa dan jaksa diberi kesempatan selama 7 hari untuk pikir-pikir, menyatakan menerima putusan atau mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Medan. Sidang dinyatakan selesai dan ditutup..