SIANTAR, HETANEWS.com - Tampaknya pengedar narkotika ini tak jera, Majelis hakim Pengadilan Negeri Pematangsiantar dipimpin Irwansyah P Sitorus SH menjatuhkan vonis 4 tahun 6 bulan, denda 800 juta subsider 3 bulan kepada terdakwa Erik Salim (44). Karena terbukti membeli 1 gram sabu seharga Rp.900 ribu lalu dibagi menjadi 14 paket untuk dijual. 

Vonis hakim yang dibacakan dalam persidangan online Selasa (4/5) di Pengadilan Negeri Pematangsiantar tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa Siti Martiti Manullang SH, yang sebelumnya menuntut pidana penjara selama 5 tahun denda 800 juta subsider 6 bulan. Hakim dan jaksa sependapat menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang tanpa hak atau melawan hukum menyimpan/memiliki narkotika.

Meski terdakwa sebelumnya sudah pernah dipidana (residivis) dalam kasus yang sama. Erik divonis 4,6 tahun pada Pebruari 2018 dan dia dibebaskan pasca mendapatkan potongan tahanan. Belum lama bebas, dia pun kembali mengulangi perbuatannya.

Berdasarkan fakta persidangan, warga Sibatu Batu itu ditangkap saat menunggu pembeli sabu di jalan Pdt.JW Saragih gang Swadaya Kelurahan Pondok Sayur, pada Minggu (18 Oktober 2020). Petugas Polres Siantar yang berpura pura sebagai pembeli berhasil mengamankan terdakwa bersama barang bukti 12 paket sabu dan uang 100 ribu.

Pengakuan terdakwa, sabu sebanyak itu dibeli dari Cangkung (DPO) seharga 900 ribu. Lalu terdakwa membaginya menjadi 14 paket, sedangkan 2 paket lainnya sudah terjual dan dikonsumsinya .

Tapi hakim dalam pertimbangannya menyebutkan jika hal yang meringankan terdakwa karena menyesali perbuatannya dan bersikap sopan. Sudah mengulangi perbuatan yang sama setelah bebas, masih dikatakan menyesal.

Atas vonis hakim tersebut, terdakwa didampingi pengacara dari Posbakum PN Siantar Erwin Sidagambir SH menyatakan menerima. Hal yang sama diungkapkan jaksa Siti Martiti Manullang SH, "Terima pak," katanya.