SIANTAR, HETANEWS.com - Guna memenuhi kebutuhan uang tunai di masyarakat khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1422 H, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Pematangsiantar menyediakan Rp.2,37 Triliun.

Untuk tunai tersebut didistribusikan kepada masyarakat melalui perbankan di wilayah kerja BI Pematangsiantar, yang meliputi Sisi Batas Labuhan (Siantar, Simalungun, Batubara, Tanjung Balai, Asahan, Labuhan Batu, Labura dan Labusel).

Demikian dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Edhi Rahmanto Hidayat kepada sejumlah wartawan dalam pers conference, Senin (3/5) di aula lantai IV Gedung BI Jalan Adam Malik Siantar.

Menurut Edhi, jumlah uang tunai tersebut meningkat 19,47 persen dari tahun sebelumnya yang realisasinya 1,99 Triliun. Pendistribusian uang akan dilakukan melalui 118 loket layanan penukaran di 20 Bank.

"Bagi masyarakat yang ingin melakukan penukaran uang bisa mendatangi Bank yang akan melayani penukaran di jam kerja sesuai peraturan perbankan masing masing. Tidak melalui calo atau perantara seperti yang terjadi di kota kota besar," jelas Edhi.

Alokasi sebesar Rp. 1,69 Triliun dipersiapkan untuk didistribusikan melalui perbankan di kota Pematangsiantar dan sekitarnya. Sedangkan Rp. 688,18 Miliar dialokasikan ke Kabupaten Labuhan Batu dan sekitarnya, melalui kas titipan B I di Rantau Prapat (Bank Mandiri Cabang Ahmad Yani).

Uang pecahan khusus

Lebih lanjut dijelaskan Edhi, jika perbankan telah melakukan penarikan sekitar 68 persen dari total kebutuhan uang menjelang idul Fitri 1422 H. Sebahagian uang tunai yang diedarkan tersebut adalah Uang Pecahan Khusus (UPK) 75 ribu.

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No 22/11/PBI/2020 tentang pengeluaran dan UPK 75 Tahun Kemerdekaan RI tahun emisi 2020 merupakan alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah NKRI.

"Jadi masyarakat jangan ragu mengunakan UPK 75 tersebut baik sebagai alat transaksi dalam negeri maupun sebagai koleksi," jelas Edhi lagi.

Bagi siapa pun yang menolak peredaran uang tersebut maka dapat dipidana, sesuai peraturan perundangan-undangan yang berlaku, yakni pasal 23 (1) UU No.7/2011 tentang mata uang. Dipidana paling lama 1 tahun atau denda Rp. 200 juta.

Terhitung sejak 22 Maret 2021 Bank Indonesia mempermudah masyarakat yang ingin memperoleh UPK 75 tersebut. Setiap individu dapat menukar 100 lembar dan bisa diulang setiap hari. Atau dapat menukar melalui https://pintar.bi.go.id atau melalui perbankan syariah yang sudah ditunjuk.

Hal ini merupakan wujud komitmen Bank Indonesia dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat agar proses penukaran lebih cepat dan aman. Penukaran tetap berlangsung sesuai aturan protokoler kesehatan.

Kebutuhan pangan cukup

Pj. Sekda Zulkifli yang juga hadir dalam kesempatan itu selaku salah satu  Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Kepala Perum Bolug Siantar Darma Wijaya mengklaim jika kebutuhan pangan di Siantar cukup baik. Pasca dilakuakn Sidak ke sejumlah distributor dan juga pasar.

TPID juga telah menggelar High Level Meeting (HLM) guna menjaga kestabilan bahan pokok. Oleh karena itu dihimbau agar masyarakat tidak melakukan aksi borong dan belanja seperlunya saja. 

Baca juga: Bank Indonesia Siantar Gelar Sarasehan Pesantren Wujudkan Penguatan Ekonomi