SIANTAR, HETANEWS.com – Keluarga Ferel Christian Siahaan selain melaporkan Tim Jatanras Polres Siantar, turut juga menyeret salah seorang personil Intel Polres Siantar, hal itu sesuai dengan kronologi yang disampaikan oleh Kuasa Hukum Korban Reinhard Sinaga.

Disebutkan dalam kronologi tersebut, sebelum terjadi pengejaran oleh polisi kepada Ferel Christian Siahaan, Ferel bersama salah satu personil Intel Polres Siantar itu mandi bersama di Bah Sidamanik 19 Maret 2021 jam 15.00 wib, di malam harinya jam 22.15 wib, korban bertemu dengan salah satu intel polres di Sukamulia di salah satu warung tuak milik marga Tampubolon,

Saat minum tuak bersama, Briptu Rado Saragih bertelepon kepada salah satu personil intel Polres Siantar, untuk menanyakan dimana posisi Ferel.

“Dimana posisi kalian bang? Ada si Tian (Ferel-red) disitu?,” Tanya Rado, berdasarkan rilis kronologi yang diterima Hetanews.

Berkat damanik kemudian mengatakan kalau dirinya dan Ferel sedang berada di hutan.

“Kami di tengah hutan,” kata Berkat kepada Rado.

Kembali Rado menelpon berkat dan menanyakan keberadaan dirinya dan Ferel, diduga kesal dengan panggilan telpon dari Rado Saragih, salah satu personil intel polres Siantar itupun langsung memberikan telpon kepada Ferel dan mengatakan kalau mereka sedang berada di Suka Mulia.

Personel yang juga intel Polres itu rupanya sempat marah kepada Ferel karena Ferel dianggap terlalu jujur, padahal sebelumnya mengatakan kalau mereka sedang di hutan.

“Kenapa kau bilang kita disini, sudah ku bilang kita di hutan” kata Berkat kepada Ferel.

Rado Saragih bersama Tim Jatanras Polres Siantar pun datang menjumpai korban jam 22.30 wib, namun korban sudah tak ada di lokasi minum tuak dan hanya bertemu Berkat Damanik.

Karena Unit jatanras tidak menemukan korban, kemudian Jatanras mencari kekolam milik korban di jalan simarimbun dan juga tidak menemukan korban dan terakhir unit jatanras mencari di sekitaran alamat korban yang berda di Jalan simarimbun tapi tidak kerumah korban, sehingga unit jatanras polres pematangsiantar tidak menemukan korban;