MEDAN, HETANEWS.com - Virus Covid-19 yang merebak di India semakin ganas. Kabar terbaru, sudah ada 400.000 kasus positif Covid-19. Bahkan, sudah banyak pula korban yang jatuh bergelimpangan.

Menurut laporan berbagai media massa, ada varian baru Covid-19 di India.  Mutasi virus corona itu disebut B.1.671. Di Indonesia sendiri, sudah ada 10 orang yang kabarnya tertular.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus ini semakin luas, pemerintah sudah mengambil langkah, satu diantaranya menyangkut upaya sosialisasi dan larangan mudik.

Sementara itu, di Sumatera Utara sendiri, kasus Covid-19 memang masih ada. Namun, untuk kasus corona varian baru seperti di India, Satgas Penanganan Covid-19 Sumut mengaku belum menemukannya di Sumatera Utara.  

"Kita tahu kawasan Sumatera ini sebagai pintu gerbang jalur laut memudahkan orang untuk perjalanan ke luar atau masuk di Selat Malaka. Namun, sejauh ini mengenai virus varian di India itu belum ada kami deteksi di Sumut," kata Jubir Satgas Covid-19 Provinsi Sumut dr Aris Yudhariansyah, Minggu (2/5/2021).

Meski belum terdeteksi, namun Aris tidak menampik bahwa petugas juga kesulitan untuk melacak virus varian baru itu. Sebab, virus tersebut sangat mudah menular dan siapa saja bisa menjadi pembawanya. 

"Saat ini untuk penanganan khusus memang belum ada. Namun kami tetap menganjurkan masyarakat menerapkan 5M," kata Aris.

Apa yang terjadi di India saat ini bisa disebut dengan Tusnami Covid-19. Jenazah pasien Covid-19 sangat mudah ditemukan di jalan-jalan India. Bahkan beberapa pemberitaan menyebutkan petugas medis sampai kewalahan menangani pasien yang jumlahnya terus bertambah.

Baca juga: Cap Besi Panas di Tubuh Pasien Covid-19 India, Warga Desa Pilih ke Dukun Dulu Berharap “Usir Setan”

Sumber:  tribunnews.com