HETANEWS. com - Sejumlah daerah berlomba membangun desa wisata yang mengusung tema tertentu sesuai ciri khas dan kearifan lokal. 

Desa wisata menjadi salah satu potensi untuk mengembangkan desa, meningkatkan perekonomian penduduknya, sekaligus menambah pundi-pundi desa.

Hanya saja, tak semua desa mampu menjadi desa wisata yang sukses. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan ada tiga kategori desa wisata. 

Pertama adalah desa wisata rintisan; kedua, desa wisata maju dan berkembang; ketiga, desa wisata mandiri.

"Desa wisata mandiri adalah desa wisata yang penduduknya mampu berinovasi dalam pengembangan potensi desa menjadi unit kewirausahaan mandiri," kata Sandiaga Uno dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu 1 Mei 2021. 

Sandiaga juga menunjukkan desa wisata yang bisa ditiru atau menjadi contoh, yakni Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali.

Dengan konsep sederhana, yakni menjaga kebersihan dan melestarikan budaya, Desa Panglipuran sudah dikenal di kancah dunia. 

"Desa ini terkenal karena menjadi desa terbersih di dunia," kata Sandiaga Uno.

 Mengenai penilaian anugerah Desa Wisata Indonesia tahun 2021, dia menjelaskan, ada empat dasar penilaiannya, yakni tata kelola, ekonomi lokal, budaya, dan pelestarian lingkungan.

Kementerian Pariwisata, menurut Sandiaga Uno, akan memetakan 1.200 potensi desa wisata yang siap dikembangkan secara berkelanjutan. 

Syaratnya adalah memiliki nilai kearifan lokal dan budaya yang kuat. Dengan begitu, desa wisata mampu menjadi penggerak kebangkitan perekonomian Indonesia, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional atau RPJMN 2020 - 2024, Kementerian Pariwisata menargetkan sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024. 

Sementara di Indonesia terdapat 74 ribu desa. Artinya, menurut Sandiga Uno, potensi desa wisata masih amat besar.

Bagi masyarakat atau pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang ingin bergabung ke dalam jaringan desa wisata resmi di Indonesia, dapat mendaftar melalui situs resmi Jaringan Desa Wisata atau Jadesta.com. 

Peserta dapat melakukan pendaftaran mulai 7 Mei hingga 26 Juni 2021. Para kepala desa dan kelompok sadar wisata atau pokdarwis di desa-desa dapat mendaftar.

Sumber: Tempo

Baca juga: Coba dulu Ngopi di Rumah Batak Berusia 200 Tahun