SIANTAR, HETANEWS.com - Kota Siantar sering disebut merupakan kota perlintasan menuju tempat wisata Danau Toba, Kota SIantar merupakan salah satu kota yang ada di Sumatera Utara. Kota ini memiliki luas sekitar 55.7 KM2. Meski hanya sebuah kota kecil namun kota ini cukup padat dengan jumlah penduduk sekitar 247.411 jiwa, dan kota ini merupakan kota yang tidak pernah sepi karena sebagai Kota perlintasan, Kota ini juga merupakan Kota yang terkenal dengan kulinernya.

Namun Bukan berarti karena Kota Siantar merupakan kota perlintasan tidak memiliki tempat-tempat pariwisata yang patut dikunjungi, berikut beberapa tempat wisata yang tak kalah menarik untuk dikunjungi.

Patung Dewi Kwan Im (Foto/Merdeka.com)

1. Patung Dewi Kwan Im

Kota Siantar merupakan kota yang memiliki keberagaman suku dan agama, dan Kota Siantar sempat menjadi Kota Toleransi terbaik di Indonesia, sebab Kota Siantar merupakan rumah berbagai Agama dan suku, hal terbukti dengan berdirinya Patung Dewi Kwan Im, patung ini terdapat di komplek Vihara Avalokitesvara yang terlokasi di Jalan Pane, Kelurahan Simalungun, Kecamatan Siantar Selatan.

Patung ini berdiri kokoh dengan tinggi 22,8 Meter, Patung yang menjadi destinasi wisata religi yang populer diKota Siantar ini dikelilingi empat patung sebagai pengawal serta dua lonceng besar menghiasi lokasi patung.

Patung ini merupakan perwujudan dari sosok Dewi Kwan Im yang dikenal sebagai seorang dewi yang penuh dengan cinta dan kasih sayang.

Dewi Kwan Im merupakan salah satu dewi yang sangat dipuja umat Buddha. Menurut sejarah, Dewi Kwan Im merupakan bodhisattva atau calon budha, yakni manusia yang hampir mencapai kesucian dan kesempurnaan.

Patung Dewi Kwan Im ini ternyata diimpor langsung dari China dan pembuatannya memakan waktu hampir 3 tahun. Patung ini akhirnya diresmikan pada tanggal 15 November 2005 dan memiliki berat hingga 1.500 ton.

Dilansir dari Merdeka.com Patung yang Memiliki ketinggian lebih dari 22 meter, membuat patung Dewi Kwan Im ini meraih rekor MURI. MURI menobatkannya sebagai patung Dewi Kwan Im yang tertinggi di Asia Tenggara pada tahun 2008.

Pintu Masuk Taman Hewan Pematangsiantar (THPS).(Foto/Doc Hetanews)

2. Taman Hewan Pematangsiantar (THPS)

Kota Siantar juga memiliki THPS yang terletak di Jalan Gunung Simanuk-manuk, Kecamatan Siantar Barat, dilansir dari wikipedia Sampai saat ini THPS masih mempertahankan statusnya sebagai kebun binatang yang terlengkap dan terbaik di wilayah Sumatra Utara. Koleksi satwa dan popularitasnya bahkan mengalahkan Kebun Binatang Medan dengan luas yang berpuluh kali lebih besar daripada THPS dan merupakan kebun binatang terbesar di wilayah Sumatra Utara yang terletak di ibu kota provinsi Sumatra Utara, Kota Medan. Meskipun dengan berbagai keterbatasan seperti sempitnya ruang yang tersedia, kurangnya pendanaan serta pemahaman untuk proyek peremajaan eksibisi hewan, namun melalui usaha perawatan hewan yang cukup baik, THPS cukup berhasil dalam menjalankan peranannya sebagai lembaga konservasi serta dapat digolongkan sebagai salah satu kebun binatang yang terbaik di antara kebun binatang yang ada di Indonesia.

Taman Hewan Pematangsiantar (THPS) atau sebelumnya dikenal juga sebagai Kebun Binatang Siantar dan Kebun Binatang Pematangsiantar, ini resmi dibuka untuk umum pada tanggal 27 November 1936 dengan luas areal sekitar 4.5 hektare. THPS berlokasi di Jalan Gunung Simanuk-Manuk Kota Pematangsiantar, Provinsi Sumatra Utara.

Museum Simalungun.(Foto/Doc Hetanews.com)

3. Musem Simalungun

Museum Simalungun adalah sebuah museum daerah yang berada di Jalan Sudirman Nomor 20, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Provinsi Sumatera Utara. Museum ini mulai dibangun pada bulan April tahun 1939 dan selesai dibangun pada bulan Desember pada tahun yang sama. Pembangunan museum bertujuan untuk melestarikan budaya Batak Simalungun seperti benda-benda cagar budaya yang bernilai sejarah. Museum Simalungun dan koleksinya dianggap sebagai upaya pelestarian peninggalan sejarah dari Kerajaan Marpitu yang menjadi bagian dari sejarah Simalungun.

Museum Simalungun menyimpan koleksi benda-benda etnografi dan arkeologi yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Simalungun. Museum ini menyimpan benda bersejarah yang jumlahnya mencapai 866 buah.Salah satu benda arkeologi yaitu berupa patung batu Silapalapa dari zaman megalitik yang berasal dari daerah Partuanon Hutabayu Marubun. Selain itu, beberapa koleksi juga dapat ditemui di museum ini seperti koleksi Pustaha Laklak, peralatan dapur, peralatan makan, peralatan tenun, perhiasan emas dan perak, koin dan uang. Museum ini juga menyimpan berbagai koleksi benda-benda budaya dan adat-istiadat serta kesenian sekalugus pusat kegiatan seniman-seniman Simalungun.

Lapangan Merdeka atau sering disebut Taman Bunga.(Foto/Tribun Medan)

4. Lapangan Merdeka

Lapangan Merdeka atau sering disebut Taman Bunga, terletak di pusat Kota Siantar Jalan Merdeka tepatnya didepan Gedung perkantoran pemerintahan Kota Siantar, Lapangan Merdeka mirip dengan alun-alun Kota seperti di kota-kota lainnya, namun disini masyarakat dapat berolahraga, beswafoto, bahkan menikmati kuliner yang ada disekitaran lapangan merdeka, tepat disebelah Lapangan Merdeka, berdiri juga tugu becak Siantar dimana tempat tersebut sangat cocok bagi kamu-kamu yang ingin berswafoto untuk menambah postingan instastory kamu.

Taman Beo Tampak Atas.(Foto/Humas Pemko Siantar)

5. Taman Beo

Selain Lapangan Merdeka, Kota Siantar juga memiliki tempat ruang terbuka hijau lainnya yakni Taman Beo, Taman Beo yang baru sekitar 3 Tahun lalu diresmikan yakni 14 Desember 2018 lalu terletak di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Siantar Sitalasari memiliki fungsi hampir sama dengan Lapangan Merdeka.Taman Beo memiliki berbagai fasilitas yakni lapangan basket, tempat bermain anak, joging track, Taman Beo juga sangat instagramable.