JAKARTA, HETANEWS.com - Ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Termasuk yang mesti diselesaikan Ketua Dewan Pengarah Megawati Soekarnoputri.

Berdasarkan data Global Innovation Index 2020, indeks inovasi di Indonesia berada di peringkat 85 dari 131 negara. Pencapaian itu bahkan sama sekali tak berubah sejak 2018 lalu.

Berikut ini merupakan peringkat Indeks inovasi di Indonesia 2013-2020:

Meski secara peringkat stagnan, skor keseluruhan inovasi Indonesia justru anjlok pada tahun 2020. Saat itu Indonesia hanya mampu meraih skor 26,4 dari skala 0-100. Padahal pada tahun sebelumnya, skor Indonesia ada di angka 29,7.

Data yang disajikan tersebut dihitung berdasarkan tujuh kerangka. Yakni, institusi (institutions), pembangunan manusia dan riset (human capital and research), infrastruktur (infrastructure), kemajuan pasar (market sophistication), kemajuan bisnis (business sophistication), keluaran IPTEK (Knowledge and technology outputs), dan keluaran kreatif (creative outputs).

Apabila dibuat lebih rinci, kelemahan indeks inovasi terbesar di Indonesia terletak pada kemajuan bisnis dan infrastruktur itu sendiri. Pada kerangka kemajuan bisnis, misalnya, Indonesia ada di urutan ke 114 dari 131 negara. Sementara di ranah institusi, Indonesia ada di urutan ke 111.

Lebih lanjut, peringkatt inovasi Indonesia secara umum juga masih jauh tertinggal di negara-negara ASEAN. Termasuk tertinggal dari Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Thailand. Indonesia saat ini berada di urutan 7 dari 10 negara-negara di ASEAN.

Sementara itu, Indonesia pada tahun 2020 berada di peringkat kelima di ASEAN, dengan pengeluaran research and development (R&D) sebesar 0,3 persen dari GDP. Singapura masih menjadi negara dengan dana R&D terbesar di ASEAN, yaitu 1,9 persen dari GDP.

Meski indeks inovasi Indonesia masih jauh dari harapan, jumlah publikasi terindeks global Indonesia memiliki perkembangan yang cukup baik. Hal itu dapat dilihat dari dilihat pada data jumlah publikasi riset sepanjang 2016-2019 yang diterbitkan Scimago Institutions Rankings.

Pada tahun 2019 Indonesia sudah memiliki 44.576 publikasi terindeks global. Hal itu membuat Indonesia berhasil berada di atas negara Singapura yang memiliki jumlah publikasi 23.079.

Lalu bagaimana dengan laju publikasi terindeks Indonesia? Perkembangannya dapat dilihat secara jelas di grafik berikut ini.

sumber: kumparan.com