SIANTAR, HETANEWS.com - Setelah diberitakan beberapa waktu lalu, ternyata Inspektorat Kota Siantar tampaknya bukan hanya melindungi sejumlah kecurangan Dinas PUPR. Tapi juga beberapa sekolah SMP Negeri di Kota itu.

Menurut Ketua LSM Macan Habonaron Jansen Napitu, sejumlah hasil temuan BPK tahun 2018-2019, jika di SMP N 3 terjadi dugaan tindak pidana korupsi mencapai Rp.198.874.990.000,- Juga temuan ke-2 senilai Rp.84.000.000.-

Tapi hasil temuan BPK tersebut, hanya dibayarkan senilai Rp.24 juta atas petunjuk inspektorat Kota Pematangsiantar. 

"Darimana bisa temuan BPK ratusan juta, cukup dibayar puluhan juta saja. Kalau begini kondisinya, semua pejabat akan melakukan korupsi," kata Jansen.

Demikian diungkapkan ketua LSM Macan Habonaron kepada sejumlah wartawan di kantornya jalan Perwira No.57/67 Pematangsiantar, Jumat (30/4).

Sangat miris kondisi kota Siantar ini  jika pejabat yang terindikasi korup masih terus dipertahankan jabatannya. Ditakutkan jika ini terus berlanjut maka akan terus melakukan hal yang sama (korup-red), menggunakan uang negara untuk kepentingan pribadinya.

Oleh karena itu, Jansen Napitu secara tegas meminta Walikota Siantar dan Dinas Pendidikan segera mencopot Jekson Gultom SPd.MM sebagai Kepsek. Karena telah mencemari dunia pendidikan di Siantar, tegas Jansen.

Sejumlah temuan BPK lainnya yang sudah disampaikan LSM Macan Habonaron ke Walikota, Inspektorat dan Disdik Kota Siantar adalah, di SMP N 4 senilai Rp 183.699.000, SMP N 5 senilai Rp 207.059.160, SMP N 7 senilai Rp.164.642.000, SMP M 8 senilai Rp 13.073.000, SMP N 12 senilai Rp.92.921.000.-

Laporan yang disampaikan kepada Walikota juga dikirim kepada Kejaksaan Tinggi Sumut di Medan sebagai tembusan, kata Jansen.

Baca juga: Tumpulnya Semangat Anti-Korupsi