KARAWANG, HETANEWS.com - Tegar Yanuar (17), siswa yang masih tercatat sebagai salah satu siswa kelas 3 di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Industri Teknologi Nasional (ITENAS), Karawang dilarang untuk mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS). Siswa tersebut dilarang mengikuti ujian karena menunggak bayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

Dedeh (50) Ibu kandung Tegar menyebutkan bahwa putra bungsunya itu terancam dikeluarkan atau di DO (Drop Out) dari sekolahnya. Dedeh mengaku sudah tidak sanggup untuk melunasi seluruh tunggakan sekolah anaknya yang mencapai Rp 4.525.000.

"Bukan saya tidak mau bayar iurannya Tegar, tetapi apa daya dengan keadaan saya seperti ini. Jujur, saya tidak punya uang sebanyak itu," ungkap Dedeh (29/04).

Saat ini, keluarga Tegar hanya berharap agar tidak dikeluarkan dan anaknya diizinkan bisa mengikuti UAS di sekolahnya hingga dapat dinyatakan lulus dari SMK ITENAS Pedes, Karawang.

"Kepada pihak sekolah, saya mohon bantuan keringanannya untuk anak saya. Tegar harus tetap bisa ikut ujian supaya lulus dan bisa mencari pekerjaan sebagai pegawai pabrik di Karawang. Masalah biaya, saya tetap mengusahakannya buat nyari dulu. Biarin ijazah di tahan sama pihak sekolah sebelum dia bisa melunasi iuran yang menunggak," harapnya.

Di tempat terpisah, sejumlah pengurus Yayasan SMK ITENAS Pedes berkilah tidak akan mengeluarkan Tegar dengan alasan apapun. Hal itu juga ditegaskan kembali oleh Kepala SMK ITENAS Pedes, Ita . Secara singkat, pihaknya juga menjanjikan hal yang sama, yakni tidak akan memberhentikan Tegar.

"Silakan saja ikut ujian. Paling tidak bantu sekolah berapa saja begitu supaya ada pemasukan. Tidak harus lunas sebenarnya mah. Sekolah juga tidak akan memberhentikan dan akan selalu membantu," kilahnya.

sumber: merdeka.com