BARAU, HETANEWS.com - Polres Berau menangkap 4 orang pengedar sabu jaringan dua provinsi Kaltim-Kaltara dalam 3 hari pada 24-27 April 2021. Salah satunya adalah nelayan. Keempatnya terancam pidana mati.

Keempat pengedar yang kini meringkuk di penjara adalah dua warga Bulungan di Kalimantan Utara, ZU (27) dan KA (37). Dua lainnya adalah AD (25) nelayan di Talisayan dan JU (30) warga Biatan Lempake di Berau, Kalimantan Timur.

"Total barang bukti yang kami sita 871,78 gram sabu, atau hampir 1 kilogram," kata Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning, di kantornya, Kamis (29/4).

Polisi sebelumnya mengendus pengiriman sabu dari arah Bulungan, dan akan diserahterimakan di perbatasan Berau - Bulungan, kawasan Gunung Tabur, Berau.

"Tim lidik. Ada truk singgah di warung makan dan anggota curiga, lalu mendatangi truk itu. Dari dalam truk, ZU dan KA hendak kabur. Kami dapatkan 4 paket sabu seberat 188,56 gram," ujar Edy.

Polisi gerak cepat. Pada 27 April 2021 pukul 02.00 WITA dini hari, dari keterangan ZU dana KA, akan ada transaksi lagi di daerah Sambaliung, Berau. "Ada motor dengan dua orang berboncengan. Kami geledah ada 3 paket sabu 146,87 gram dari pelaku AD," tambah Edy.

"Dari keterangan AD seorang nelayan di Talisayan ini, kami dapatkan lagi ke pelaku JU di pelelangan ikan dengan barang bukti 6 paket sabu 536,35 gram," ungkap Edy lagi.

Keempat orang itu ditetapkan tersangka dengan pasal 114 ayat 2 dan atau pasal 112 ayat 2 huruf a UU No 35/2009 tentang Narkotika. Satu orang, AJ, masuk buronan kepolisian lantaran diduga pemasok sabu kepada keempat orang itu.

"Diancam pidana mati, seumur hidup. Paling singkat 6 tahun. Denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar," pungkas Edy. 

sumber: merdeka.com