SIANTAR, HETANEWS.com -  Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih Pilkada Siantar 2020, Asner Silalahi dan Susanti Dewayani akan dilantik oleh Gubsu Edy Rahmayadi.

Tidak disebutkan secara rinci tanggal jadwal pelantikan. Namun pelaksanaan pelantikan akan digelar bulan Juli 2021.   

Kepala Bagian (Kabag) Otonomi Daerah Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sumut, Ahmad Rasyid Ritonga, mengatakan Kota Siantar masuk dalam jadwal pelantikan kepala daerah hasil pilkada serentak 2020 gelombang 3, bersama Kabupaten Madina, Nias, labuhanbatu dan Labusel. 

"Pelantikan kepala daerah terpilih gelombang 3 bulan Juli. Dan itu pelantikan terakhir hasil Pilkada 2020," katanya Kamis (29/4/2021), dilansir Tribun.

Hasil Pilkada Siantar 2021, terpilih Asner Silalahi dan Susanti Dewayani sebagai Wali Kota dan Wakil Walikota Siantar. Sebelum pelantikan digelar, Wali Kota terpilih Asner Silalahi lebih dulu menghadap kepada sang pencipta.

Susanti Dewayani sebagai Wakil Wali Kota terpilih bakal dilantik sendiri oleh Gubsu pada Juli 2021 mendatang. Tahapannya selanjutnya Susanti akan diangkat sebagai Wali Kota menggantikan almarhum Asner Silalahi.

Tersendatnya jadwal pelantikan ini, sebelumnya sempat menjadi polemik lantaran akhir masa jabatan Wali Kota Hefriansyah dan Wakilnya Togar Sitorus periode 2017-2022 masih belum berakhir. 

Baca: Mendagri Pastikan Jabatan Hefriansyah-Togar Hingga 2022

Namun Ahmad Rasyid Ritonga mengemukakan Hefriansyah-Togar bakal menerima kompensasi dari sisa masa jabatan mereka. 

Ia juga menuturkan, Hefriansyah telah memenuhi panggilan Kemendagri dan Rasyid menyebut sudah ada kesepakatan terkait kompensasi tersebut. 

Persoalan tersendatnya jadwal pelantikan lantaran masa jabatan kepala daerah di Kota Siantar, kata Rasyid, turut dialami oleh daerah lain diantaranya Sulawesi Tenggara dan Papua.

"Kompensasinya, gaji dan tunjangan sampai masa jabatannya berakhir dibayarkan penuh. Wali kotanya juga sudah pernah dipanggil soal ini. Dan sudah ada kesepakatan," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Labuhanbatu, Labusel dan Madina baru melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU).

Baca: Pelantikan Belum Jelas, Kursi Wakil Walikota Jadi 'Rebutan'