SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Jaksa Fransiska Sitorus SH mendakwa seorang pria berinisial IB (35) atas kasus pencabulan, dalam persidangan tertutup yang digelar secara virtual, Kamis (29/4) di Pengadilan Negeri Simalungun.

Jaksa penuntut umum mengatakan, perbuatan asusila dilakukan terdakwa sebanyak dua kali dengan ancaman dan paksaan, pada Oktober 2020 di tempat usaha IB di Kecamatan Bandar.

Korban tak lain adalah keponakan IB, yang saat itu mengikuti kursus tak jauh dari usaha milik terdakwa. IB mengancam korban agar tidak membeberkan aibnya.

Belakangan aksi IB diketahui orang tua korban lalu kasus ini dilaporkan ke Polisi.

Perbuatan terdakwa dijerat jaksa melanggar pasal 82 ayat (1) UU RI No 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Dalam persidangan, terdakwa didampingi pengacara prodeo dari LBH Perjuangan Keadilan (PK) Fransiskus Silalahi SH dan menyatakan tidak keberatan dengan surat dakwaan jaksa.

Oleh karena itu, ketua majelis hakim Mince Ginting SH didampingi dua hakim anggota Aries Ginting dan Desy Ginting SH, akan melanjutkan persidangan dengan pembuktian.

Untuk memeriksa saksi-saksi dalam perkara asusila ini, sidang akan dibuka kembali pada Kamis mendatang.

Baca juga: 2 Pengedar Sabu Asal Sidamanik Divonis 9 & 7 Tahun