JAKARTA, HETANEWS.com - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menanggapi temuan mafia karantina bagi pelaku perjalanan internasional di Bandara Soekarno Hatta. Menurut Satgas, mafia karantina telah mengancam keberlangsungan hidup masyarakat Indonesia.

"Sekali lagi, dalam kasus ini kita temui individu yang tidak bertanggung jawab dan secara sadar sengaja mengancam keberlangsungan hidup orang banyak demi keuntungan pribadi," kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Kamis (29/4).

Wiku mendorong kepolisian mengusut tuntas kasus mafia karantina. Dia berharap, penegak hukum menindak tegas pelaku sesuai aturan yang berlaku.

"Satgas sangat mendukung upaya kepolisian untuk menindak tegas orang-orang yang terlibat dalam kasus ini," ujarnya.

Dia menambahkan, pemerintah melalui Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes telah menerbitkan surat instruksi kepada kepala kantor kesehatan di seluruh Indonesia. Surat tersebut berisi permintaan agar kantor kesehatan meningkatan pengawasan terhadap pelaku perjalanan dari India.

"Selain itu, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkum HAM telah melarang masuknya WNA yang memiliki riwayat perjalanan dari India dalam kurun waktu 14 hari terakhir," sambungnya.

Sebelumnya, Polisi mengamankan dua orang berinisial S dan RW pada Minggu (25/4). Keduanya merupakan ayah dan anak. Mereka diamankan lantaran telah meloloskan Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial JD dari India tanpa mengikuti protokol kesehatan karantina.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan pelaku S mengaku kepada JD sebagai petugas protokol bandara.

"S ini mengaku protokol di bandara dan ini setelah kita dalami ternyata memang dia berkecimpung di bandara tersebut," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Selasa (27/4).

sumber: merdeka.com