SIANTAR, HETANEWS.com – Anggota DPRD dari komisi I Boy Iskandar Warongan menilai kepala Dinas Sosial P3A Siantar tidak serius dalam menyusun program kerja. Dan akan melakukan pemanggilan untuk mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Sosial Pariaman Silaen.

Wakil ketua komisi I DPRD Siantar menegaskan harus ada upaya preventif untuk melakukan razia tersebut.

“Dengan dilakukannya razia tersebut dinas sosial sudah melakukan sekaligus dua upaya permasalahan yang ada di Siantar yaitu, pencegahan Covid-19 dan penyakit masyarakat,” ujarnya melalui telepon seluler, Kamis (29/4/2021).

Masih dengan anggota DPRD Siantar dari fraksi PAN tersebut mengatakan kalau memang kadis mengatakan tidak adanya anggaran belanja untuk melakukan razia itu tandanya kalau Kadis Sosial tidak memiliki program kerja atau memang tidak mengetahui program kerjanya.

“ Jadi dari situ kita pertanyakan dimana letak keseriusan kadis dalam menyusun anggaran untuk 2021. Apa jangan-jangan kadis tidak mengetahui anggaran itu ada atau tidak ada. Atau memang dia itu tiak mengetahui program kerjanya,” tegasnya.

Lanjutnya, Ini baru satu program kerja belum lagi program kerja lainnya. Jadi berdasarkan laporan ini DPRD Siantar melalui Komisi I akan evaluasi kinerja kadis sosial.

“Dalam waktu dekat ini selesai pembahasan LKPJ kita akan memanggil kadis sosial untuk mempertanyakan program kerja mereka. Dan mempertanggung jawabkan pernyataan dia yang mengatakan tidak adanya anggaran belanja untuk melakukan razia pekat di Bulan Suci Ramadhan. Dalam pemanggilan itu juga kita akan mengklarifikasi kepastiannya apakah memang ada anggaran atau tidak,” ujarnya.

“Dengan kota sebesar ini tidak mungkin tidak ada anggaran untuk itu. Kalau memang tidak ada kadis kita ini harus inovatiflah untuk menyelesaikan permasalahan seperti ini. terlepas masukan dari dewan masjid untuk melakukan evaluasi dan audit. Kita sebagai dewan akan menggunakan fungsi kita dalam pengawasan. Dan kalau memang ada anggarannya  kenapa tidak dilaksanakan,” tutupnya.