SIANTAR, HETANEWS.com - Tuntutan pidana di Kejaksaan Negeri Pematangsiantar memang patut dipertanyakan. Karena pemilik 12 Paket Sabu Dituntut hanya 5 tahun penjara denda 800 juta subsider 6 bulan. Sedangkan pemilik 2 paket sabu dituntut 7 tahun denda 1 Milyar subsider 6 bulan.

Ada apa dengan Kepala Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, karena semua tuntutan jaksa harus ditandatangani dan atas persetujuan Kajari?. Erika Salim (44) terbukti membeli 1 gram sabu seharga Rp.900 ribu lalu dibagi menjadi 14 paket untuk dijual. Diantaranya, 2 paket sudah dikonsumsi sendiri, sisanya 12 paket akan diedarkan.

Saat menunggu menunggu pembeli di gang swadaya Kelurahan Pondok Sayur, ditangkap petugas Polres Siantar yang berpura pura sebagai pembeli. Warga Sibatu Batu ini pun diamankan bersama barang bukti 12 paket sabu, uang Rp.100 ribu dan handphone.

Sesuai surat tuntutan jaksa, terdakwa diamankan pada 19 Nopember 2020. Jaksa pun menyatakan terdakwa bersalah melanggar pasal 112 (1) UU RI No.35/2009 tentang narkotika.

Dalam hari sidang yang sama, jaksa lainnya menuntut pidana penjara selama 7 tahun denda 1 Milyar subsider 6 bulan, kepada terdakwa Achmad Yuza Siregar (26). Warga jalan Flores Kelurahan Bantan ini diamankan bersama 2 paket sabu, yang baru saja dibeli seharga Rp.200 ribu.

Menurut tuntutan jaksa, Yuza diamankan pada Senin, 22 Nopember 2020 di jalan Sekip Kelurahan Bantan, saat akan menyerahkan sabu kepada Bang Juntak (DPO). Sabu tersebut diakui dibeli dari Budi Hartono als Toton (DPO) di jalan Singosari Gang Sumber Sari atas perintah Juntak.

Jaksa pun menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 114 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika. Persidangan kedua kasus narkotika ini disidangkan di Pengadilan Negeri Pematangsiantar.

Inilah fakta yang terjadi dalam persidangan, kemarin. Beli sabu 900 ribu lebih ringan tuntutan pidananya  daripada beli sabu 200 ribu.

Hanya tinggal menunggu putusan majelis hakim yang dipimpin Irwansyah P.Sitorus SH MH. Untuk pembacaan vonis, persidangan akan dibuka kembali pada Senin (3/5).

Dalam dua perkara yang berbeda itu, para terdakwa didampingi pengacara dari Posbakum PN Siantar.