JAKARTA, HETANEWS.com - Ekonom Center of Reform on Economics Indonesia (Core) Yusuf Rendy Manilet menyampaikan, pemerintah seharusnya lebih berhati-hati dalam memutuskan untuk menghentikan penyaluran sejumlah bantuan sosial dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Pasalnya saat ini daya beli masyarakat belum pulih seperti sebelum pandemi.

Beberapa program perlindungan sosial yang saat ini sudah dihentikan, antara lain subsidi gaji, dan juga bantuan sosial tunai (BST) yang akan berhenti disalurkan pada April 2021 ini.

“Kalau kita lihat, level kepercayaan konsumen sebenarnya belum terlalu kembali seperti sebelum pandemi. Penarikan bantuan sosial ini perlu dilakukan secara hati-hati, karena bantuan sosial ini akan sangat memengaruhi daya beli, khususnya kelompok menengah ke bawah,” kata Yusuf Rendy dalam acara Core Media Discussion: Quarterly Review 2021 "Mendobrak Inersia Pemulihan Ekonomi”, Selasa (27/4/2021).

Di tahun 2021 ini, alokasi anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) mencapai Rp 699,43 triliun, meningkat dari realisasi anggaran PC-PEN tahun lalu yang sebesar Rp 579,78 triliun atau 83,39% dari pagu Rp 695,2 triliun.

Karenanya, Rendy mempertanyakan apakah penarikan beberapa program bantuan sosial ini merupakan langkah yang tepat. Padahal anggaran PC-PEN di 2021 ini sudah mengalami kenaikan.

Rendy juga menambahkan, pemulihan ekonomi nasional saat ini sangat bergantung pada eksekusi belanja pemerintah. Karenanya, perlu optimalisasi dalam beragam pos penyaluran, termasuk untuk anggaran PC-PEN.

“Yang juga tidak boleh dilupakan adalah bagaimana realisasi belanja pemerintah daerah. Kalau kita lihat di awal tahun ini, ada tren peningkatan simpanan pemerintah daerah di bank. Tentu dalam konteks mendorong pemulihan ekonomi nasional, meningkatnya simpanan pemda di bank itu suatu yang kita sayangkan. Sebab pemulihan ekonomi nasional juga harus ditopang oleh pemulihan ekonomi daerah, dan pemulihan ekonomi daerah bisa berjalan optimal kalau pemda melakukan belanja secara lebih optimal,” kata Rendy.

Sumber: beritasatu.com