SIANTAR, HETANEWS.com - Meski penurunan harga minyak dunia sempat menekan pendapatan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) tapi penurunan ini tak sampai menekan margin bisnis AKRA.

Menurut Suresh Vembu, Direktur AKRA, penurunan tersebut lantaran ada selisih harga minyak dunia tahun lalu dengan saat ini.

"Harga minyak kuartal pertama tahun ini masih lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu," jelasnya seperti dikutip hetanews dari ipotnews, akhir pekan lalu.

Adapun, pada kuartal I/2020, AKRA mencatat pendapatan kontrak dengan pelanggan Rp 5,05 atau turun 19,62% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 6,29 triliun. Dari nilai tersebut, pendapatan dari segmen perdagangan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp 4,41 triliun. Pemasukan ini menyusut 26,25% dibanding kuartal pertama tahun lalu,Rp 5,98 triliun.

Namun, AKRA menggunakan margin kotor absolut untuk segmen tersebut. AKRA juga meneruskan sejumlah komponen harga seperti biaya pengiriman dan komponen lainnya ke konsumen. Sehingga, pendapatan AKRA dari segmen distribusi BBM mungkin bisa lebih tinggi atau lebih rendah.

"Tapi, margin tidak terpengaruh," imbuh Suresh.

Sejalan dengan turunnya pendapatan segmen distribusi, laba pada segmen ini memang turun 20,33% ke menjadi Rp 256,56 miliar dari sebelumnya Rp 359,19 miliar. Namun, jika disandingkan dengan pendapatan segmen, margin tetap stabil di kisaran 6%.

Secara konsolidasi, laba kotor AKRA terkerek 13,82% menjadi Rp 634,77 miliar dari sebelumnya Rp 557,73 miliar. Margin laba kotor juga lompat menjadi 12,4% dari sebelumnya 8,8% pada kuartal I-2020. Margin laba bersih AKRA bahkan lompat hampir dua kali lipat menjadi 7,4% dari sebelumnya 3,8%. Sedang laba bersih konsolidasi hanya naik 34,36% menjadi Rp 305 miliar dari sebelumnya Rp 227,7 miliar.

Suresh menekankan moncernya margin laba bersih tak lepas dari segmen kawasan industri. Melalui Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), AKRA mengantongi pemasukan Rp 375,07 miliar dari penjualan lahan di JIIPE. Laba bersihnya sebesar Rp 229,77 miliar.

Sedang pendapatan dan laba periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing Rp 111,78 miliar dan Rp 53,1 miliar. Alhasil, margin laba dari segmen ini cukup tebal, masing-masing 61% dan 47% pada kuartal pertama tahun ini dan tahun lalu.

AKRA tahun ini menargetkan penjualan lahan 30 ha-35 ha di kawasan JIIPE. Sejauh ini, AKRA telah mengamankan 46% diantaranya. Sedang target penjualan BBM tahun ini tumbuh 10%-12% dari realisasi tahun lalu, sekitar 2,35 juta kiloliter.

Melansir Bisnis, laporan kinerja kuartal I/2021 AKRA menunjukkan perseroan meraih pendapatan sebesar Rp5,11 triliun turun 19,04 persen dari pendapatan di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,34 triliun. Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk kuartal I/2021 naik 33,7 persen menjadi sebesar Rp305 miliar.Untuk, laba bersih 3 bulan pertama pada 2020 sebesar Rp228 miliar. Adapun, laba usaha tumbuh 35 persen menjadi Rp458 miliar.

Laba bersih periode berjalan AKRA naik 58 persen pada kuartal I/2021 dibandingkan periode yang sama tahun 2020, menjadi sebesar Rp380 miliar. Neraca keuangan pun semakin menguat dengan Net Gearing turun menjadi hanya 11 persen, dari 22 persen pada Desember 2020.

SUMBER :

Ipotnews

Kontam.co.id

Bisnis.com