HETANEWS.com - Sejumlah spekulasi muncul di tengah belum diketemukannya kapal selam KRI Nanggala 402 yang dinyatakan hilang kontak sejak Rabu (21/4) pagi. Permasalahan teknis kapal disebut jadi kendala utama hingga kapal pabrikan Jerman itu belum ditemukan keberadaannya.

Meski begitu, Mantan Komandan KRI Nanggala 402 Letkol Laut Ansori memastikan kondisi tersebut tidak akan menyurutkan semangat prajurit dari KRI Nanggala.

Ia meyakini para para prajurit telah mendapatkan pelatihan yang cukup untuk menangani permasalahan, terutama yang berkaitan dengan kondisi kapal selam.

"Terkait masalah, trouble, saya rasa di semua pesawat juga mengalami. Cuma kita memang dilatih untuk bisa survive untuk bisa mengatasi trouble-trouble tersebut," ujar Ansori dalam konferensi pers di Pangkalan TNI AD I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (23/4).

Ansori juga kembali menegaskan KRI Nanggala 402 dalam keadaan prima untuk beroperasi. Meski usianya terbilang uzur, TNI selalu melakukan perawatan rutin, sehingga kondisi kapal dipastikan siap untuk beroperasi pada Rabu kemarin.

KRI Nanggala-402 pada 2014.
Foto: Antara/Eric Ireng

"Terkait masalah overhaul terakhir dilaksanakan pada tahun 2010 sampai dengan 2012 di kalangan BSMI Korea Selatan selama 2 tahun. Jadi kalau overhaul itu istilahnya perbaikan secara besar-besaran secara mayor dari seluruh peralatan yang berada di kapal selam," pungkasnya.

KRI Nanggala 402 merupakan salah satu kapal selam yang dioperasikan TNI AL. Kapal ini merupakan kapal selam buatan Jerman pada 1979 lalu. Kapal yang cukup tua buatan industri Howaldt Deutsche Werke (HDW), Kiel, Jerman Barat disebut mampu melakukan penyelaman selama tiga bulan.

Dengan spesifikasi yang dimilikinya, kapal ini diklaim mampu menyelam hingga kedalaman 500 meter di bawah permukaan laut. KRI Nanggala-402 juga dilengkapi persenjataan 14 buah torpedo 21 inci dalam delapan tabung dengan jarak tembaknya hingga 2 mil.

Sumber: kumparan.com