SIANTAR, HETANEWS.com - Ditengah-tengah sulitnya perekonomian dampak Covid 19. Keluarga Penerima Manfaat (KPM) peserta Tahun 2014 Nirma Gutom (36), justru mengundurkan diri dari Program Keluarga Harapan (PKH)  dengan suka rela dan tanpa ada unsur paksaan.

Alasan warga Jalan Pisang, Kelurahan Pardamean, Kecamatan Siantar Marihat, Kota Siantar itu ngundurkan diri karena dirinya masih merasa mandiri tanpa bantuan. Apalagi suaminya kini sudah mendapat pekerjaan yang layak.

"Saya bersyukur sudah bangkit dari kemiskinan karena suami sudah bekerja dan bisa mandiri. Semoga kami bisa memberikan kesempatan bagi orang yang ekonominya masih dibawah," ujarnya saat ditemui, Jumat (23/4/2021).

Selama mendapat bantuan sosial Nirma selalu dibimbing hingga diberikan motivasi dari pendamping. Tak lain untuk bisa bangkit dan berusaha meningkatkan pendapatan.

"Saya ucapkan terimakasih kepada Kementrian Sosial," jelas Nirma.

Sementara, pendamping dan Koordinator Kota Siantar Rudi Hartono menyempatkan waktu berkunjung ke rumahnya untuk memberikan apresiasi.

Menurut Koordinator kota (Korkot) Siantar Rudi Hartono, KPM yang mengundurkan diri dalam kondisi sulit selama ini dilakukan oleh pendamping PKH kecamatan Siantar Marihat, dan Kelurahan Pardamean yang benar-benar telah berhasil.

"Tidak sia-sia usaha dari Pendamping PKH selama ini dalam melaksanakan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dengan mengisi materi-materi dan informasi yang dapat menggugah hati dan perasaan kepada KPM PKH," ujarnya.

Ketua Pelaksana Program Keluarga Harapan (PPKH) Kota Siantar sekaligus Kabid Sosial Drs. Risbon Sinaga, MM juga menyambut baik kabar tersebut. Bahkan dirinya mengapresiasi dan berharap kepada seluruh peserta-peserta KPM PKH.

"Agar yang lain jika memang kondisi ekonomi sudah baik dan mampu bisa mencontoh apa yang sudah dilakukan Nirma. Terlepas agar Bantuan Sosial Program PKH, benar benar Tepat Sasaran," ujar Risbon juga mengharapkan kepada KPM secara khusus PKH.

"Tak lain agar bergiat meningkatkan taraf hidup dan jangan malas malasan akibat adanya bantuan Sosial Program PKH. Karena bantuan dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial bukanlah bantuan seumur hidup atau berupa warisan," katanya.

Risbon menyatakan, banyak lagi yang lebih layak menerima bantuan dan masih ada yang belum tersentuh sama sekali dari Pemerintahan. Karenanya, kepada seluruh KPM PKH lain, khususnya KPM PKH Tahun 2014. Haruslah menyatakan diri siap keluar dari kepesertaan PKH. Apalagi jika yang ekonomi sudah kategori mapan.