JAKARTA, HETANEWS.com - Nadiem Makarim jadi salah satu menteri paling disorot dalam isu reshuffle kabinet kali ini. Ada yang mencerca Nadiem, ada pula yang membela.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem memang tak lepas dari kontroversi. Kementerian yang dipimpinnya lekat dengan 'kegaduhan' yang tak substansial, begitu pendapat mantan wakil menteri pendidikan nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal.

Pun demikian dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang menyoroti gaduh di Kemendikbud. Hilangnya nama Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dalam kamus sejarah Indonesia bikin Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani menyebut Kemendikbud hanya menambah beban politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan dia mengusulkan Nadiem dievaluasi.

"Apakah dengan kejadian-kejadian di atas itu kemudian Menterinya perlu dievaluasi atau reposisi, maka bagi PPP itu hak prerogatif presiden sepenuhnya," kata Arsul.

Di tengah kencangnya kabar reshuffle, Nadiem mengunggah foto bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Nadiem pun dinilai tengah mencari perlindungan.

"Dugaan Nadiem mencari suaka politik cukup menguat dengan menghadap Ketum PDIP. Setidaknya itu bisa diukur dari respons publik dan komentar di media sosial," kata Direktur Parameter Politik Adi Prayitno kepada wartawan, Rabu (21/4/2021).

"Publik itu sangat pintar membaca gerak-gerik elite karena sudah terbiasa dengan suasana politik semacam itu. Apa lagi belakangan ini Nadiem kerap diserang-serang menteri yang layak dievaluasi," ujar Adi.

Seperti yang disebutkan tadi, Nadiem juga dibela. Elite Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany pasang badan.

Tsamara meminta sejumlah pihak berhenti menyerang Nadiem Makarim. Tsamara meminta kritik yang disampaikan ke Nadiem bersifat konstruktif bukan fitnah.

"Maka, stop serang dan zalimi Mas Menteri Nadiem Makarim demi kepentingan politik jangka pendek. Mas Menteri tentu saja tidak sempurna. Kritik boleh saja bahkan dianjurkan. Tapi kritiklah dengan substansi yang kuat untuk perbaiki dunia pendidikan kita, bukan kritik yang menjurus kepada fitnah," ujar Tsamara merujuk gaduh kamus sejarah.

Senada dengan Tsamara, PDIP juga memuji Nadiem. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan apa yang dicanangkan Mendikbud Nadiem Makarim perlu mendapat dukungan.

"Jika ditanya bagaimana kami memandang kinerja Mendikbud sejauh ini, apa yang dicanangkan oleh Mendikbud Nadiem Makarim dengan pendidikan yang memerdekakan dan berakar pada falsafah pemikiran Ki Hadjar Dewantara perlu mendapat dukungan. Partai tidak melihat menteri sebagai individu. Partai melihat menteri sebagai pembantu presiden yang harus menjalankan kebijakan presiden, yang berfokus pada upaya menjalankan konstitusi dan UU dengan selurus-lurusnya. Terlebih pendidikan juga harus mengedepankan objektivitas, rasionalitas, dan semangat juang untuk menguasai ilmu pengetahuan. Atas pemaparan Menteri Pendidikan, bagaimana pendidikan juga membumikan Pancasila sangat menarik dan penuh dengan inovasi dan terobosan," imbuhnya.

sumber: detik.com