BANGKOK, HETANEWS.com - Dampak pandemi covid-19 telah membuat 80 persen pendapatan Thailand anjlok ke level terendahnya. Hal ini membuat ekonomi Negeri Gajah Putih itu hancur setelah setahun menutup pintu bagi wisatawan asing.

Namun, Thailand akan memperkenalkan slogan ‘Selamat Datang Kembali ke Thailand Lagi’ di tahun 2021.

Wisatawan yang telah divaksinasi Covid-19 tidak harus menjalankan masa karantina saat memasuki Thailand di bawah skema yang sedang diusulkan oleh pejabat pariwisata.

Kementerian pariwisata Thailand ingin memperkenalkan "paspor vaksin". Hal itu memungkinkan pengunjung tidak menjalani masa karantina selama dua minggu setelah tiba di Thailand.

Pihak kementerian pun menyadari bahwa hal itu sebagai penghambat utama upaya wisatawan asing berlibur. Melansir dari Coconuts.co, Rabu (27/1/2021), 'paspor vaksin' yang dikemas dengan paket all-in adalah dua rencana yang akan diumumkan dalam waktu dekat oleh Gubernur Otoritas Pariwisata, Yuthasak Supasorn.

Rencana itu akan menargetkan 10 juta wisatawan yang akan berkunjung ke Thailand tahun ini. Pendapatan pariwisata Thailand turun sekitar 73 persen tahun 2020 setelah perbatasan ditutup untuk menahan penyebaran Covid-19.

Jumlah itu turun dari THB 3 triliun (Rp 1.405 triliun) pada 2019 menjadi THB 800 miliar tahun 2021 (Rp 375 triliun).

Melalui serangkaian rencana komprehensif yang dijuluki Inisiatif Phoenix, Yuthasak mengatakan mereka ingin mendapatkannya kembali hingga THB 1,2 triliun tahun ini (Rp 563 triliun)

Ia berharap perjalanan dari wisatawan asing dapat memainkan peran penting. Dari THB 812,7 miliar (Rp 381 triliun) yang dihasilkan tahun 2020, 41 persen berasal dari turis asing dan 59 persen dari perjalanan domestik. 

Pihak berwenang ingin perjalanan internasional menyumbang 49 persen dari pendapatan yang menghasilkan keseluruhan THB 1,2 triliun tahun ini. Itu akan membuat pemulihan pariwisata hingga mencapai THB 2,5 triliun (Rp 1.171 triliun) pada 2022.

Yuthasak mengatakan wisatawan asing sudah bisa melakukan perjalanan ke Thailand pada bulan April 2021 ini. Sementara wisatawan yang berasal dari China, Jepang, dan Korea Selatan, akan menyusul kemudian karena pemerintah mereka masih melarang perjalanan ke luar negeri.

Yuthasak mengatakan pembicaraan sedang berlangsung dengan mitra industri seperti maskapai penerbangan serta operator pariwisata lainnya untuk menjual berbagai paket all-inclusive.  Meskipun dia tidak merinci, paket tersebut mungkin termasuk asuransi kesehatan dan sertifikasi vaksin bersama dengan perjalanan dan akomodasi biasa.

Thailand akan mengkampanyekan negara-negara ASEAN lainnya untuk mengadopsi sistem yang sama untuk memudahkan perjalanan di dalam kawasan tersebut tanpa perlu karantina. Yuthasak mengatakan pandemi covid-19 saat ini dapat merugikan Thailand triliunan Baht pada kuartal pertama tahun 2021, tetapi dia yakin pejabat kesehatan akan segera mengatasinya.

Pejabat kesehatan melaporkan 959 kasus baru yang terinfeksi hari ini pada Selasa (26/1/2021), tertinggi sejak gelombang kedua dimulai bulan lalu.  Sebagian besar dari 937 infeksi lokal ditemukan pada pekerja migran di provinsi Samut Sakorn, pusat gelombang kedua itu bermula.

SUMBER: Tribunnews.com