SIANTAR, HETANEWS.com - Fernando Maurits Siahaan (52) sebagai ayah kandung Ferrel Christiano Siahaan melaporkan dugaan pembunuhan yang terjadi pada anaknya tersebut. Laporan tersebut telah diterima Polres Siantar dengan Nomor STTLP/99/III/2021 tertanggal 24 Maret 2021.

Sebagaimana diberitakan, mayat Ferrel Christiano Siahaan ditemukan diatas batu sungai Bah Bolon jalan SKI Seksi II Kelirahan Aek Nauli pada Sabtu, 20 Maret 2021 sekitar pukul 08.00 wib. Kematian korban diduga ada pembiaran dan sejumlah kejanggalan. Sehingga keluarga korban melaporkan karena adanya dugaan pembunuhan.

Demikian dikatakan pengacara Reinhard Sinaga SH kepada wartawan, Rabu (21/4) di Siantar. Diduga, petugas yang berusaha melakukan penangkapan lebih dari 2 mobil sambil meneriakkan"Jamret,".

Lalu sepeda motor Scoopy merah yang dikendarai korban diserempet mobil petugas yang melakukan pengejaran. Karena kasus pencurian sepeda motor yang diduga dilakukan korban. Sehingga korban jatuh ke sungai. 

"Seakan ada pembiaran oleh petugas, sehingga korban sempat dimassakan warga," kata Reinhard. 

Warga berdatangan sangat banyak karena korban diteriaki Jamret/maling oleh petugas. Dan saat korban jatuh ke sungai, seyogianya petugas melakukan pengejaran atau melakukan tembakan peringatan. 

Tapi hal itu tidak dilakukan, justru membiarkan warga memassakan korban. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu dinihari.

Ironisnya menurut Reinhard, mobil yang digunakan petugas bukan milik petugas. Setelah dilakukan pengecekan mobil BK 1029 WP terdaftar di PT Sutan Indo Aneka Mobil.

Adanya sejumlah kejanggalan tersebut, membuat pihak keluarga merasa tidak terima dan meminta keadilan. Agar kematian korban diusut tuntas. 

Namun sejak laporan diterima, belum ada perkembangan hasil pemeriksaan. Pihak Polresta melalui Kasat Reskrim hanya melayangkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penelitian laporan (SP2HP) kepada korban.

Surat tersebut ditandatangani Kasat Reskrim Edi Sukamto yang menghunjuk Ipda Wilson Panjaitan dibantu beberapa penyidik pembantu untuk mempercepat proses penyelidikan. Tapi faktanya, hingga kini belum ada yang dipanggil untuk dimintai keterangan.

Penetapan Wilson Panjaitan selaku penyidik ini, juga telah dilaporkan pihak keluarga ke Propam. Dengan surat laporan Nomor STPL/14/III/2021/Propam, jelas Reinhard.