HETANEWS.com - Kota Medan merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah DKI Jakarta dan Surabaya. Ini artinya, Medan menjadi kota terbesar di luar pulau Jawa.

Berbatasan dengan Selat Malaka, Medan menjadi kota perdagangan, industri, dan bisnis yang sangat penting di Indonesia. Pada zaman dahulu, Kota Medan dikenal dengan nama Tanah Deli karena keadaan tanahnya berawa-rawa kurang kebih seluas 4000 Hektar.

Asal-usul nama Kota Medan sendiri berasal dari kata Tamil Maidhan atau Maidhanam yang berarti tanah lapang atau tempat yang luas, yang kemudian teradopsi ke bahasa Melayu.

Dilansir dari laman resmi Dinas Pariwisata Kota Medan, dalam bahasa Melayu arti kata Medan berarti tempat luas untuk berkumpul. Sejak zaman dahulu, Kota Medan memang mejadi tempat bertemunya penduduk dari berbagai tempat, seperti Hamparan Perak, Suka Piring, dan daerah lain utuk berdagang.

Dalam riwayat Hamparan Perak yang dokumen aslinya ditulis dalam huruf Karo, tercatat bahwa seorang tokoh Karo, Guru Patimpus, merupakan orang yang pertama kali membuka 'desa' yang diberi nama Medan.

Guru Patimpus Sembiring Pelawi kemudian pada tahun 1590 dipandang sebagai pembuka sebuah kampung yang bernama Medan Puteri.

Pada awal perkembangannya, Medan merupakan sebuah perkampungan kecil yang dinamakan 'Medan Putri' yang terletak di pertemuan Sungai Deli dan Sungai Babura, tidak jauh dari jalan putri hijau yang sekarang.

Kedua sungai tersebut dahulu kala merupakan jalur lalu lintas yang ramai dan inilah cikal bakal Kota Medan cepat berkembang menjadi pelabuhan transit yang penting.

Menurut Mohammad Said (1997), asal-usul kata Medan diambil dari kampung Medan Putri ini. Karenanya, hari jadi Kota Medan ditetapkan berdasarkan perkiraan tanggal 1 Juli 1590 dan diusulkan ke Wali Kota Medan untuk dijadikan sebagai hari jadi Kota Medan.

Dahulu orang menamakan Tanah Deli mulai dari sungai ular (Deli Serdang) sampai ke Sungai Wampu Langkat. Sedangkan kesultanan Deli yang berkuasa pada masa itu wilayah kekuasaannya tidak mencakup daerah di antara kedua sungai tersebut.

Menurut Volker, pada tahun 1860 Medan masih dipenuhi hutan rimba, terutama di muara-muara sungai dan diselingi permukiman penduduk yang berasal dari Karo dan Semenanjung Malaya.

Dilansir laman resmi Pemerintah Kota Medan, pada tahun 1863 orang-orang Belanda mulai membuka kebun tembakau di Deli yang membuat perekonomian dan Medan menjadi kota pusat pemeritahan di Sumatera Utara.

Medan adalah kota pertama di Indonesia yang mengintegrasikan bandara dengan kereta api. Menurut Bappenas, Medan adalah kota multietnis karena penduduknya terdiri dari orang-orang dengan latar budaya dan agama yang berbeda.

Sumber: kompas.com