SIANTAR, HETANEWS.com - Pihak keluarga jenazah pasien probable Covid 19 menilai ada kejanggalan atas prosedur pemakan yang dilanggar Satgas Covid 19 Kota Siantar. 

Menurut pihak keluarga, ER, Satgas Covid 19 telah mengebumikan jenazah adiknya dikebumikan di TPU [Tempat Pemakaman Umum]. Sementara jenazah terpapar covid 19 seharusnya ditempatkan di pemakaman khusus.

"Kalau memang Covid 19, kenapa ada izin dikubur di pemakaman umum, tolong jawab, ini ya, tanggungjawab dunia akhirat bagi yang muslim,” kata ER kepada petugas di sela pemakaman di ke TPU jalan Sadum kelurahan Bantan Kecamatan Siantar Barat Kota Siantar, Selasa (20/4/2021) malam pukul19.30 wib.

“Ingat! kita tidak hidup selamanya di dunia. Tanggung jawab kalian ini. Tidak Covid kok di Covid-covid kan," tukas ER.

ER mengungkapkan bahwa permintaan keluarga, jenazah disemayamkan di rumah duka hanya 10 menit saja. Namun permintaan itu  tidak dikabulkan.

"Disuruh buat pernyataan Covid dan kami tandatangani karena apa, supaya jenazahnya bisa keluar, kalau tidak kami tandatangani jenazahnya tidak akan keluar," ujarnya.

"Kami tahu secara hukum pernyataan itu hanya berlaku untuk si pembuat pernyataan. Tidak berlaku untuk orang lain, [Tapi] akan ku buktikan di pengadilan. Hasil rekam medis ada dan dia tidak covid ya," pungkasnya.

Menurut ER, jika jenazah terpapar covid 19 di RS Bina Kasih Medan, seharusnya dikebumikan di pemakaman khusus covid 19 di Simalingkar Medan.

Kendati ada protes dari pihak keluarga, ER mengaku ikhlas jenazah dimakamkan di TPU. "Ayo laksanakan pemakaman, kami sudah ikhlas," katanya.

Masih di lokasi yang sama,  petugas BPBD Siantar, Boy Zendrato, turut menanggapi pertanyaan yang disampaikan oleh pihak keluarga. Ia juga berupaya menenangkan suasana.

"Kami orang Siantar Bu, kami hanya diperintah dari kantor untuk menguburkan. Masalah ibu ini Covid atau tidak bukan sama kami, Bu. Kalau ibu mau nuntut jangan sama kami," ucapnya.

Baca juga: Pihak Keluarga Sebut Akan Layangkan Gugatan