SIANTAR, HETANEWS.com - Jenazah pasien probable covid 19 dari RS Bina Kasih Kota Medan, Sumut akhirnya dikebumikan sesuai protokol kesehatan. 

Sebelumnya pihak keluarga telah menunggu jenazah untuk disemayamkan di rumah duka. Penolakan dari pihak keluarga juga berlangsung saat pemakaman jenazah.

Pasien berjenis kelamin laki-laki itu merupakan warga Kota Siantar. Pihak keluarga menolak karena jenazah langsung dikebumikan. 

Setelah sampai di Kota Siantar, jenazah langsung dikebumikan di TPU Jalan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Selasa (20/4) malam sekitar pukul 19.30 WIB. 

Pemakaman dilakukan sesuai dengan protokol kesesatan. Jenazah digotong dari ambulance oleh petugas mengenakan hazmat. Jenazah dalam peti yang dibungkus plastik.

Selama perjalanan menuju pemakaman, petugas menyemprotkan desinfektan di sekitar lokasi untuk meminimalisir virus Covid-19.

Saat peti jenazah dibawa Satgas Covid-19 kota Siantar ke lokasi pemakaman, pihak keluarga berteriak-teriak. Warga sekitar pun menyaksikan kejadian itu.

Salah seorang dari pihak keluarga, ER, protes atas pemakaman tersebut. Ia menuding proses pemakaman sebagai pembodohan.

"Ini pembodohan kepada masyarakat. Dia itu tidak Covid-19. Saya tahu apapun yang saya bilang ke dia (Satgas Covid-19-red). Dia tidak akan emosi, karena mereka dididik untuk tidak punya perikemanusiaan," teriak ER.

Sebelumnya, seorang warga berjenis kelamin laki-laki di Kecamatan Siantar Utara dikabarkan meninggal dunia di Kota Medan akibat positif Covid-19.

Namun pihak keluarga membantah, pasien meninggal bukan karena covid 19 melainkan penyakit jantung.  

Pihak keluarga menyebut rumah sakit di Medan tidak mengeluarkan izin agar jenazah dibawa pulang. Pihak keluarga juga diminta untuk menandatangani surat pernyataan, jika yang pasien tersebut terpapar Covid-19.

Baca juga: Keluarga Pasien Tetap Bantah Kalau Pasien Tidak Terpapar Covid, Satgas: Rekam Medis Probable Covid