MEDAN, HETANEWS.com - Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mengirimkan somasi kepada pemilik akun Tiktok @ratu_entok2, Irfan Satria Putra. PPNI mengirimkan somasi karena menilai posting-an Ratu Entok menghina profesi perawat.

Dilihat detikcom pada Selasa (20/4/2021), dalam posting-annya, Ratu Entok menyinggung adanya perawat yang dipukul seorang pria. Dia tidak menyebutkan di mana peristiwa itu, tapi dia mengatakan peristiwa tersebut terjadi karena si pria marah infus anaknya yang dirawat lepas.

"Nggak tahulah ya mungkin bapak itu sangat sayang sama anaknya, ya namanya kita lagi kondisi sakit, infus putus ya mungkin bapak itu silap," kata Ratu Entok dalam video itu.

Ratu Entok kemudian mengatakan peristiwa itu merupakan peringatan besar kepada perawat yang ada di Indonesia. Dia mengatakan peristiwa itu terjadi karena banyak perawat yang sombong saat merawat, khususnya pasien yang menggunakan kartu BPJS.

"Ini pukulan besar untuk semua perawat perawat karena selama ini kalian banyak yang sombong, banyak yang lantam, apalagi kalau merawat dari orang-orang miskin, dari BPJS, dari pakai surat miskin, dari pakai surat KIS," ucapnya.

Tidak hanya menyebut sombong, Ratu Entok juga menyebut ada perubahan dari wajah perawat jika merawat pasien yang menggunakan BPJS. Dia menyebut perawat sibuk main ponsel saat merawat pasien BPJS.

"Muka perawat kayak tong sampah, malam hari tidur ngorok, chat-an sama jantannya, teleponan sama jantannya, kita merawat sendiri anak kita, keluarga kita dalam ruangan," tutur Ratu Entok dalam video.

Ketua PPNI Sumut, Mahsur Al Hazkiyani, mengatakan pihaknya melayangkan somasi ini karena Ratu Entok dianggap melecehkan profesi perawat. Mahsur kemudian membantah pernyataan Ratu Entok yang menyebut perawat membedakan pasien yang menggunakan kartu BPJS.

"Somasi tersebut dilayangkan Badan Bantuan Hukum PPNI. Karena keberatan dengan pernyataan yang bersangkutan, karena perawat disamakan dengan tong sampah," ucap Mahsur.

"Kalau perawat ini memang disumpah memang tidak membeda-bedakan suku, agama, ras. Itu bagian dari kode etik perawat," sambungnya.

Baca juga: Trending #SavePerawatIndonesia, Ini Kronologi Penganiayaan Perawat di RS Siloam Sriwijaya

Sumber: detik.com