SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Kasus pencabulan yang melibatkan seorang pria berinisial I (21) divonis hakim 11 tahun penjara dan denda Rp 60 Juta di PN Simalungun, Selasa (20/4).

Dalam persidangan, pria yang mengaku sopir itu dinyatakan terbukti melakukan pencabulan terhadap seorang gadis dibawah umur. 

Vonis majelis hakim yang dibacakan hakim Mince Ginting SH didampingi dua hakim anggota Aries Ginting dan Desy Ginting dalam persidangan virtual.

Terdakwa juga dinyatakan bersalah melanggar pasal pasal 81 ayat (1) PP Pengganti UU (Perpu) No 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang telah menjadi UU RI No 17 tahun 2016 tentang penetapan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sebelumnya, jaksa Julita Nababan SH menuntut pidana penjara selama 11 tahun denda Rp 80 juta subsider 1 tahun kurungan. 

Diketahui kasus itu terjadi pada Sabtu 16 Januari 2021 pukul 15.30 Wib di dalam rumah orang tua terdakwa. Korban merupakan pelajar di salah satu SMP. 

Saat itu korban dijemput oleh terdakwa dengan alasan jika adiknya sedang tidak di rumah. Kemudian begitu tiba di rumah, terdakwa menyuruh korban agar istirahat dulu di dalam kamar terdakwa dengan alasan jika terdakwa hendak mencari adik terdakwa.

Tidak berapa lama kemudian, terdakwa kembali dan melihat korban sudah tertidur pulas. Begitu terbangun, korban merasa terkejut melihat terdakwa sudah duduk di dekat korban. 

Dengan bujuk rayu terdakwa berhasil menyetubuhi korban dan berjanji akan menikahi korban.

Dalam persidangan tersebut telah didengarkan sejumlah keterangan saksi. Yang pada pokok perkaranya membenarkan perbuatan terdakwa. Demikian juga dengan I telah mengakui perbuatannya kepada korban 

Atas vonis hakim  terdakwa didampingi pengacara Fransiskus Silalahi, SH diberi kesempatan selama 7 hati untuk menentukan menerima vonis atau banding.

Baca juga: Supir Angkot Yang Cabuli Pelanggannya Diancam 11 Tahun Bui