SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Residivis asal Kecamatan Tanah Jawa, Sabam Lumban Tobing (50), divonis 6 tahun penjara denda Rp 900 Juta subsider 6 bulan. Terdakwa merupakan narapidana dalam kasus narkotika.

Diketahui Sabam baru bebas penjara setelah menerima asimilasi (potongan tahanan) dari Lapas Kelas IIA Siantar. Ia divonis 4 tahun denda Rp 800 Juta subsider 3 bulan pada Januari 2019 lalu.

Dalam kasus kali ini, Sabam terbukti bersalah melanggar pasal 112 (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika. 

Putusan hakim yang diketuai Mince Ginting SH, dibacakan dalam persidangan Selasa (20/4/2021), di Pengadilan Negeri Simalungun konform (sama) dengan tuntutan jaksa Barry Sugiarto SH.

Sebelumnya, terdakwa Sabam ditangkap Satres Narkoba Polres Simalungun pada Selasa, 27 Oktober 2020 di perkebunan PTPN IV Afd VIII Kampung Melayu Kecamatan Tanah Jawa. 

Saat itu ia diketahui akan menjual sabu kepada Riki Sinaga (DPO) seharga Rp.150 ribu.

Polisi yang mengetahui informasi itu berhasil mengamankan Sabam bersama barang bukti satu paket sabu yang sempat dibuang ke tanah. 

Barang bukti sabu dinyatakan dirampas untuk dimusnahkan. Dari dalam rumah terdakwa juga disita timbangan digital dan beberapa plastik klip kosong dinyatakan dimusnahkan. 

Didampingi pengacara prodeo dari LBH PK Frans Silalahi SH, terdakwa menyatakan banding. "Banding," kata terdakwa dari Lapas Siantar yang disidangkan secara virtual. 

Baca juga: Jumiin Warga Parapat Dituntut 3 Tahun, Plus Denda Tebang Kayu TPL Jadi Papan