SIANTAR, HETANEWS.com - Masih ingatkah Anda dengan kisah Fidelis Arie Sudewarto? Pria asal Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar), ini menjadi viral atau buah bibir di dunia maya, lantaran kepemilikan 39 tanaman ganja di rumahnya.

Di hari ganja internasional yang jatuh pada Selasa (20/4/2021) ini penting menelisik kembali rasionalisasi legalisasi ganja yang dibeberapa negara sedang digagas.

Seperti dalam kasus Fidelis diatas, alasan dia menanam tanaman terlarang itu untuk obat sang istri, Yeni Riawati, yang mengidap penyakit langka, Syringomyelia atau munculnya kista di sumsum tulang belakang.

Fidelis kemudian ditangkap aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sanggau, pertengahan Februari 2017. Ia pun tak bisa lagi memberikan ekstrak ganja itu untuk mengobati istrinya.

Tepat pada Sabtu, 25 Maret 2017, istri tercinta pun tak kuat melawan penyakit tersebut. Yeni meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Th Djaman, Kabupaten Sanggau. Dia meninggal usai 32 hari Fidelis dibui di Rutan Kabupaten Sanggau, yang mana selama itu pula kondisi Yeni kembali menurun.

Hari hari selanjutnya publik kemudian dihebohkan dengan naskah pledoi dari Fidelis yang berjudul: I Am A Patient, Not A Criminal.

Yohana LA Suyati, kakak kandung Fidelis Arie Sudewarto, menuturkan, naskah asli pleidoi tersebut ditulis tangan oleh Fidelis. Yohana berujar, nota pembelaan ini merupakan miniatur dari naskah buku yang sedang disusun Fidelis dengan judul I am a Patient, Not a Criminal.

Yohana menjelaskan, sebagaimana yang ia sampaikan di bagian pengantar nota pembelaan kasus kepemilikan tanaman ganja yang menjerat Fidelis Arie Sudewarto, rangkuman naskah buku tersebut disusun oleh Fidelis menjadi surat untuk istrinya. Surat tersebut menjadi bagian terpenting dalam nota pembelaan sang kakak, Fidelis.