SIANTAR, HETANEWS.com – Seorang PNS di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat Fidelis Arie Suderwoto ditangkap BNNK Sanggau karena kedapatan menanam ganja di rumahnya,  

Petugas menemukan 39 batang ganja di dalam rumahnya, Fidelisn pun ditahan 9 Februari 2017.

Fidelis beralasan ganja yang ditanam di rumahnya bukan untuk di konsumsi ataupun dijual, tapi digunakan untuk pengobatan istrinya Yeni Riawati yang mengalami penyakit syringomyelia, suatu penyakit sumsum tulang belakang.

Selama ini Fidelis sudah berusaha mengobati istrinya ke berbagai rumah sakit dan pengobatan herbal hingga menghabiskan uangnya namun istri tercinta tak kunjung sembuh, dia pun berselancar di internet untuk mengetahui cara mengobati istrinya.

Kemudian dia menemukan beberapa situs rujukan dari Eropa dan Amerika. Ia lalu berkomunikasi dengan orang yang pernah mengalami atau memiliki kasus penyakit yang sama dengan yang diderita istrinya. Salah satu rujukan yang dijadikan referensi oleh Fidelis adalah seorang penderita syringomyeila di Kanada yang mampu bertahan hidup dengan ekstrak ganja yang akhirnya ingin dicobakan untuk istrinya.

Sebelum mengkonsumsi ekstrak ganja, setiap makanan yang sudah ditelan Yeni, tidak berapa lama kemudian pasti dimuntahkan kembali.  Kaki Yeni juga sering mengalami kram dan kebas dengan rasa sakit yang mendera. Terkadang ia harus berteriak menahan sakit.

Namun setelah mengkonsumsi ganja nafsu makan Yeni meningkat. Bahkan ia bisa menghabiskan setengah kilogram buah anggur dalam satu hari.

Yeni juga sudah bisa meminta menu makan yang diinginkannya. Pencernaan juga mulai lancar, baik itu buang air kecil maupun besar.

Lubang-lubang pada luka-luka dekubitus sudah menutup karena daging yang baru sudah tumbuh dan permukaan luka sudah mengering. Pandangan mata dan penglihatan Yeni juga menjadi jelas. Ingatannya mulai pulih dan bisa mengingat hal-hal secara detail di masa lalu.

Yeni juga sudah mau diajak berbicara, berkomunikasi, dan mulai banyak bertanya, bahkan sudah bisa bernyanyi. Jari-jari tangan kiri yang sebelumnya lumpuh sudah mulai bisa digerakkan. 

Setelah penangkapan Fidelis Arie oleh BNNK Sanggau, istrinya tidak lagi mendapatkan ekstrak ganja yang biasa dia konsumsi, dan 32 hari berselang setelah penangkapan, Yeni Riawati pun menghembuskan nafas terakhir.