MEDAN, HETANEWS.com - Kota Medan kembali masuk zona merah penyebaran COVID-19. Padahal sebelumnya, status Kota Medan sempat turun ke zona oranye. Dari data yang dihimpun, saat ini tercatat ada 15 ribu kasus COVID-19 di ibu kota Sumatera Utara ini.

Banyak faktor yang menyebabkan kenaikan kasus positif itu.  Di sisi lain, kerumunan sangat jelas ditemui di Kesawan City Walk. Kawasan yang dijadikan Wali Kota Medan, Bobby Nasution sebagai The Kitchen Of Asia ini penuh pengunjung.

Sementara itu, Juru bicara Satgas COVID-19 Kota Medan, Mardohar Tambunan mengatakan protokol kesehatan di Kesawan City Walk tetap dijalankan.

"Penerapan protokol kesehatan tetap diimbau, tapi kalau ramai kali seperti gitu gimana mau kita bilang. Selalu kita ingatkan itu tiap saat, mulai dari spanduk, tempat cuci tangan semua dan lainnya. dari mulai dari petugas kita disitu, itulah masyarakat kita itu, itulah modelnya, gimana mau dibilang, tapi kita tetap terus berjuang," kata Mardohar, Senin, 19 April. 

Saat ditanya berwenang-tidaknya Satgas COVID-19 akan membatasi jumlah pengunjung, Mardohar mengatakan belum mendapatkan perintah untuk pembatasan pengunjung. 

"Itu aku belum ada perintah ke situ, tugas aku adalah menjalankan P3T. Kalau ada kasus kita turun, itu tugas penting dari Satgas," ujarnya. 

Dia menegaskan, Satgas COVID-19 sudah berulang kali turun ke Kesawan City Walk. 

"Memang menimbulkan orang, udah begitu pasti. Anak muda, macam mana coba, sebentar gitu, kalau sudah kita sampaikan malam itu, bagus. Keluar dari situ sudah, kumpul lagi. Jadi memang payah, mau dibatasi nggak laku jualannya," sebutnya.

Baca juga: Gubernur Edy Pertanyakan Kerumunan Kesawan City Medan: Aturan Sudah Dibuat, Dipatuhi

Kesawan City Walk Medan, Sabtu, 17 April

Baca juga: Festival Jalur Rempah Jadi Momen Kenalkan Medan "The Kitchen of Asia"

Dia memastikan, Satgas COVID-19 akan terus berupaya mengimbau penerapan protokol kesehatan di kawasan itu. 

"Solusinya ya kita berjuang terus untuk menyampaikan prokes. Cuma kita belum punya hak untuk mencambuk orang atau kita apakan lebih kasar, nggak tahu kita caranya macam mana. Semua turun, TNI turun, polisi turun, namanya Satgas," bebernya. 

Terkait terjadinya kerumunan di Kesawan City Walk, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan hari ini pihaknya akan rapat dengan  Pemko Medan. 

"Hari ini, dirapatkan dengan Kota Medan. Karena hal itu, akan kita pertanyakan kenapa," kata Gubsu Edy. 

Menurut Gubsu Edy mengatakan pengelola Kesawan City Walk harus bertanggungjawab penuh atas terjadinya kerumunan di lokasi heritage itu. Edy menegaskan, aturan yang sudah dibuat harus dipatuhi.

"Itu penyelenggaranya harus bertanggungjawab. Karena aturan sudah kita buat, aturan itu untuk dipatuhi," tegasnya. 

Edy menuturkan, saat ini jumlah penderita COVID-19 di Medan mencapai 15 ribu orang.

"Di Medan sendiri saja 15 ribu, jadi belum bisa kita kendalikan," ujarnya. 

Baca juga: Mengenal 3 Bangunan Tua yang Disinggahi Sandiaga Uno dan Bobby di Kesawan City Walk

Sumber: voi.id