SIMALUNGUN, HETANEWS.com- Jumiin (45) warga Girsang Sipangan Bolon Parapat dituntut 3 tahun denda Rp.500 juta subsider 2 bulan. Jaksa Ade Jaya Ismanto SH menyatakan terdakwa bersalah melanggar pasal 78 Ayat (2) Jo Pasal 50 Ayat (3) huruf b Undang-undang No.41 tahun 1999 tentang Kehutanan Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Menurut jaksa, terdakwa pada Selasa, 6 Agustus 2019 bersama Misnan, Suharno Aziz, Anti dan Sutar memotong kayu hutan milik TPL MISMAN dan SUHARNO, saksi SUGIANTO AZIZ, di Dusun Sitahoan Nagori Sipangan Bolon Kecamatan Girsang Sipangan Bolon. Tepatnya di lahan PT. Toba Pulp Lestari Sektor Aek Nauli. Awalnya Jumiin bersama Suharno pada Minggu, 3 Agustus 2019, mengecek pohon kayu di lokasi hutan milik PT. Toba Pulp Lestari Sektor Aek Nauli.

Lalu Suharno dan Misman menebang kayu dari hutan tanpa seijin dari PT. Toba Pulp Lestari Sektor Aek Nauli selaku pemiliknya. Dengan menggunakan sinsaw, kayu diracik berbentuk papan dan broti sebanyak 68 lembar kayu papan sembarang keras, 52 batang kayu broti sembarang keras.

Untuk mengangkut kayu tersebut, terdakwa menghubungi Aziz dan Anto dan secara bersama sama melangsir kayu tersebut. Kayu dimuat kedalam mobil truk untuk dijualkan kepada saksi DAPOT SIMBOLON selaku pemilik truck.

Naas, pada Selasa 6 Agustus 2019 sekira pukul 21.00 Wib, saksi Jhonny Saragih, Mohan Simanjuntak, Ahmad Hasibuan dan Joel Tambunan selaku security PT TPL yang sedang melakukan patroli melihat tumpukan kayu tersebut.

Temuan tersebut dilaporkan kepada pihak Humas PT. Toba Pulp Lestari Sektor Aek Nauli, Rudi Haraito Hutagalung. Setelah dilihat 3 pohon kayu yang ditebang terdakwa masih dalam kawasan hutan PT TPL, maka terdakwa bersama barang bukti dilaporkan ke Polsek Parapat.

 Terdakwa juga mengakui tidak memiliki ijin untuk melakukan penebangan pohon kayu tersebut. Dan terdakwa memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan.

Karena terdakwa mengakui terus terang perbuatannya dan menyesali perbuatannya. Jumiin juga berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Majelis hakim Mince Ginting, Aries Ginting dan Dessy Ginting menunda persidangan hingga Selasa (20/4), untuk pembacaan vonis.