SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Mayor Harianja (50) terbukti menjual angka tebakan jenis Toto gelap (togel) dituntut hukuman 8 bulan penjara. Tuntutan jaksa Frasiska Sitorus dibacakan dalam persidangan online PN Simalungun, Senin (19/4).

Jaksa mempersalahkan terdakwa melanggar pasal pasal 303 (1) ke-2 KUH Pidana. Mayor mengaku setor ke Danru (DPO). 

Menurut jaksa, warga Huta VII Nagori Wonorejo Kecamatan Pematang Bandar itu ditangkap Satreskrim Polres Simalungun pada Senin, 25 Januari 2021. Rio Siahaan, Rotua Hutabarat dan M Syarif sebelumnya telah mendapatkan informasi adanya permainan judi.

Terdakwa Mayor berhasil diamankan dari warung kopi milik Darmin di Kampung II Nagosari Purwosari Kecamatan Bandar. Barang bukti yang disita antara lain, hp merk Samsung berisi angka tebakan judi togel, pulpen dinyatakan dirampas untuk dimusnahkan dan uang hasil penjualan judi sebesar Rp.213 ribu dirampas untuk negara.

Kepada petugas, Mayor mengakui menjual angka tebakan judi. Pemesan bisa langsung datang ke warung ataupun melalui pesan (SMS) dan hasil penjualannya direkap/ditulis dalam kertas folio.

Terdakwa mengaku mendapatkan upah 25 persen dari hasil penjualan judi togel tersebut. Hasil rekapannya dikirim kepada Regar bergelar Danru (DPO).

Atas tuntutan jaksa, terdakwa secara lisan memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan.

"Saya mohon hukuman saya diringankan yang mulia, saya menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi,".

Untuk mempertimbangkan putusannya, majelis hakim diketuai Roziyanti SH menunda persidangan hingga Senin mendatang. Persidangan dibantu panitera Jonni Sidabutar SH.