AS, HETANEWS.com - Presiden Amerika Serikat Joe Biden menjamu Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga di Gedung Putih, Jumat (16/4) waktu setempat.

Ini merupakan pertemuan pertama tatap muka Biden dengan pimpinan negara lain sejak resmi menjabat menjadi presiden AS. Pada pertemuan ini, AS dan Jepang sepakat mengambil langkah tegas untuk bersatu melawan China.

"Kami akan bekerja sama untuk membuktikan bahwa demokrasi masih dapat bersaing dan menang di abad ke-21. Kami berkomitmen untuk bekerja sama menghadapi tantangan dari China dan masalah-masalah seperti Laut China Timur, Laut China Selatan, serta Korea Utara," kata Biden dalam konferensi pers, dikutip dari AFP.

Sementara itu, Suga mengatakan bahwa Biden menegaskan kembali Perjanjian Keamanan AS-Jepang yang mencakup pulau di perairan Senkaku yang dikuasai Jepang. Beberapa waktu lalu, China mengklaim pulau itu sebagai wilayah kedaulatan mereka.

"Kami setuju untuk menentang segala upaya untuk mengubah status quo dengan kekerasan atau paksaan di laut China Timur dan Selatan dan intimidasi terhadap orang lain di kawasan itu. Kebebasan, demokrasi, hak asasi manusia dan supremasi hukum adalah nilai-nilai universal yang menghubungkan aliansi kita," kata Suga.

Suga juga menyebut AS menyatakan perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan sangat penting setelah China meningkatkan aktivitas udara di lokasi tersebut.

Selain membahas China, AS dan Jepang juga membicarakan aksi dalam menangani perubahan iklim. Dalam waktu dekat, dua negara itu akan mengumumkan tujuan perubahan iklim untuk 2030.

"Kami memastikan bahwa Jepang dan AS akan memimpin dekarbonisasi global," kata Suga.

Selain itu, AS dan Jepang juga menyetujui US$ 2 miliar untuk mengembangkan internet generasi kelima atau 5G. Disinyalir, langkah ini diambil sebagai upaya menyaingi China yang lebih dulu mengambil langkah terkait 5G.

Biden mengatakan AS dan Jepang sama-sama berinvestasi untuk teknologi masa depan.

"Itu termasuk memastikan berinvestasi dan melindungi teknologi yang akan mempertahankan dan mempertajam daya saing kita dan teknologi itu diatur oleh norma demokrasi bersama - norma yang ditetapkan oleh demokrasi, bukan oleh otokrasi," kata Biden.

Selain itu, Biden dan Suga juga membahas langkah selanjutnya terkait Korea Utara. Suga mengatakan Jepang ingin pembongkaran senjata pemusnah massal dan rudal balistik Korea Utara secara menyeluruh.

sumber: cnnindonesia.com