SIANTAR, HETANEWS.com - Persatuan Perawat Nasional Indonesia [PPNI] Sumut mengecam aksi penganiayaan oleh seorang pria kepada perawat di rumah sakit swasta di Palembang. 

Ketua DPW PPNI Sumut, Mahsur Al Hazkiyani, dalam keterangannya, Jumat (16/4/2021), menyampaikan aksi penganiayaan itu merupakan perbuatan yang tidak manusiawi.

Kata dia, rasa sakit yang dialami korban menyayat hati dan memicu emosi  30.705 orang perawat di Sumut. 

“Jeritan kesakitan yang dialami korban sungguh memilukan hati para perawat di sumatera utara,” kata Mashur.

Atas kejadian itu pihaknya juga mengimbau 33 pengurus DPD kabupaten kota di Sumut agar menahan diri seraya memanjat doa kepada korban. 

“Para pengurus DPD PPNI di Sumut bersabar dan menenangkan seluruh anggotanya, sambil mendoakan teman sejawat perawat yang teraniaya, agar diberikan kesehatan dan cepat pulih dari trauma yang dialaminya,” ucapnya. 

Ia juga meminta pihak rumah sakit dapat membantu proses hukum dan perlindungan kepada perawat yang dianiaya saat menjalankan tugasnya. 

Disamping itu, lanjut Mashur, penegak hukum harus bekerja profesional menindak tegas pelaku penganiayaan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Apalagi dalam video tersebut mengaku dirinya sebagai seorang polisi. Apakah benar atau tidak, yang bersangkutan [pelaku] harus diusut tuntas,” pungkasnya. 

Sebelumnya video viral seorang pria menganiaya perawat wanita di rumah sakit di Palembang. Dalam video tersebut nampak jelas seorang perawat perempuan terlempar saat dianiaya seorang pria yang tak lain adalah keluarga pasien. 

Pria bertubuh kekar itu juga menjambak menjambak rambut perawat tersebut. 

Baca juga: Kronologi Keluarga Pasien Aniaya Perawat Gara-gara Cabut Jarum Infus